Karya Ilmiah

”PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN WARU 05 KECAMATAN PARUNG”

Disusun oleh:

JAELANI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA(UHAMKA)
JAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Penelitian Karya Ilmiah

1. Judul penelitian:”Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung”
2. Nama penyusun:jaelani
3. Lama penelitian: tiga minggu

Menyetujui Bogor, Mei 2011
Kepala Sekolah SDN Waru 05

Dra. Hj. N. Nuryati.S.Pd.I
i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Swt,karena berkat rahmat,dan hidayah serta inayah jualah,penulis dapat menyelesiakan karya ilmiah denagn judul “Pengaruh motivasi hasil belajar siswakelas IV SDN waru 05 kecamatan parung.
Karya ilmiah ini merupakan salah satu tugas yang harus di penuhi oleh mahasiswa program studi S-1 PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA(UHAMKA).Jakarta.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyakn kekurangan,baik dari segi isi maupuntekhnik penyusunannya.oleh karwna itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan demi penyusuna karya ilmiah dimasa yang akan datang.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala sekolah SDN waru 05 yang telah membimbing dan memberikan izin untuk melakukan penelitian disekolah yang dipimpinnya.
2. Pengelola Universitas Muhammadiyah PROF.DR.HAMKA (UHAMKA) UPBJJ-Bogor.
3. Semua pihak yang telah memberi dukungan,baik secara moril maupun materil,sehingga karya ilmiah ini dapat terwujud.
Karya ilmiah ini dengan segala keterbatasan didalamnya,dipersembahkan kepada dunia pendidikan,semoga memberi manfaat untuk pembangunan sumber daya manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Bogor,Mei 2011

Penulis
ii
ABSTRSAK

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil belajar

Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar seseorang yang memiliki motivasi kecenderunagan untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk menghasilkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan hasil belajr yang diharapkan.semakin tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan mendorong siswa siswa belajar lebih giat lagi dan frekuensi belajarnya menjadi semakin meningkat.akan tetapi,kuat dan lemahnya motivasi seseorang berbeda,hal itu dipengaruhi oleh faktor cita-cita atau aspirasi,kemampuan belajar,kondisi siswa,kondisi lingkungan sekolah,unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya gurudalam membeelajarkan siswa.namun,kebenaran ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah:ada tidaknya pengaruh motivasi belajr terhadap hasil belajar siswa dan seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perngaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Waru 05 tahun ajaran 2010-2011 sebanyak 60 siswa.pengambilan sampel melalui rumus solvin sebanyak 44 siswa yang diambil secara proporsional random sampling.ada 2 variabel yang dikaji dalam penelitia ini,yaitu motivasi belajar sebagai variabel bebas dengan indikator cita-cita/aspirasi,kemampuan siswa,kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan kelas,unsur dinamis belajar dan upaya guru membelajarkan siswa.kemudian hasil belajar sebagai variabel terikat dengan indikator informasi verbal,keterampilan kognitif,keterampilan intelek,keterampilan motorik dan sikap.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket(kuesioner),dokumentasi dan observasi.data yang dikumpulkan dianalisis dengan tekhnik deskriftif presentase dan analisis linier sederhana.

iii
Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung dalam kategori cukup.hasil belajr siswa kurang memuaskan terlighat dari adanya hasil analisis angket yang disebar masih banyak indikator yang menyataksn hasil belajr cukup dan juga diperkuatdari adanya daftar nilai-nilai yng masih ada nilai dibawah angka 7 untuk semua mata pelajaran.
Besarnya motivasi belajar yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung ini sebesar 29,766% sedangkan 71,34 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti dikarenakan keterbatasan dana,waktu serta kemampuan.
berdasarkan hasil penelitian diatas,dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung.Adapun saran yang dapat penulis berikan antara lain diharapkan sekolah menambah jumlah fasilitas, terutama peralatan laboratorium,siswa hendaknya meningkatkan kesadaran dan usahanya dalam rangka memperoleh informasi non formal,dan diharapkan siswa selalu melatih dirinya untuk berani tampil dalam mengungkapkan pendapatnya didepan umum.

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
PENGESAHAN……………………………………………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………….ii
ABSTRAK………………………………………………………………………………………………………….iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………….iv
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………….1
1.1 Latar belakang …………………………………………………………………………………..1
1.2 Permasalahan ……………………………………………………………………………………2
1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………3
1.4 Manfaat Penelitian……………………………………………………………………………….4
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………………………………..5
2.1 Kerangka teoritis………………………………………………………………………………….5
2.1.1 Tinjauan tentang belajar……………………………………………………………5
2.1.1.1 Pengertian Belajar……………………………………………………….5
2.1.1.2 Unsur-unsur dalam belajar……………………………………………5
2.1.1.3 Faktor-Faktor dalam belajar………………………………………….6
2.1.1.4 Strategi belajar yang aktif……………………………………………..6
2.1.2 Tinjauan tentang motivasi belajar……………………………………………….7
2.1.2.1 Pengertian motivasi belajar………………………………………….7

v
2.1.2.2 Fungsi motivasi belajar ……………………………………….8
2.1.2.3 Strategi motivasi belajar……………………………………….9
2.1.3 Tinjauan tentang hasil belajar …………………………………………10
2.1.3.1 Pengertian hasil belajar …………………………………….. 11
2.1.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar …………. 12
2.1.3.3 Tujuan pembelajaran ……………………………………..… 13
2.1.3.4 Evaluasi hasil belajar ……………………………………….. 14
2.2 Kerangka berfikir ………………………………………………………… 14
2.3 Hipotesis ………………………………………………………………….. 15
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………………………… 16
3.1 Populasi sampel penelitian …………………………………………….. 16
3.1.1 Populasi penelitian ……………………………………………. 16
3.1.2 Sampel penelitian ……………………………………………… 17
3.2 Variabel penelitian ………………………………………………………. 18
3.3 Tekhnik pengumpulan data ………………………………………………19
` 3.3.1 Metode angket ataub kuesioner ……………………………… 19
3.3.2 Metode Dokumentasi …………………………………………. 19
3.3.3 Metode Observasi …………………………………………..… 19
3.4 Vasliditas dan reliabilitas ………………………………………………. 19
3.4.1 Validitas ………………………………………………………… 19
3.4.2 Reliabilitas ……………………………………………………… 20

vi
3.5. Tekhnik analisis data …………………………………………………… 21
3.5.1 Analisis hasil penelitian ……………………………………….. 21
3.5.1.1 Analisis distriftip presentase …………………..…… 21
3.5.1.2.Pengujian hipotesis penelitian …………………….. 22
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………………………………… 23
4.1.Penelitian ………………………………………………………………… 23
4.1.1. Tahap persiapan ……………………………………………… 23
4.1.2. Hasil perhitungan dan pengujian hipotesis ………………. 24
4.1.2.1. Deskripsi Variabel ………………………………..… 24
4.2. Pembahasan ……………………………………………………………. 32
4.2.1. Hasil Belajar …………………………………………………… 32
4.2.2. Motivasi belajar ……………………………………………..… 34
4.2.3. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar ………… 35
BAB V PENUTUP ……………………………………………………………………………. 37
5.1. Kesimpulan ……………………………………………………………… 37
5.2. Saran …………………………………………………………………….. 38
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. 39
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dalam motivasi belajar terkandung adanya cita-cita atau aspirasi siswa,ini dihara[pkan siswa mendapat motivasi belajar sehingga mengerti dengan apa yang menjadi tujuan dalam belajar,disamping itu keadaan siswa yang baik dalam belajar akan menyebabkan siswa tersebut semangat dalam belajar dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik,kebalikannya siswa yang sedang sakit,ia tidak mempunyai gairah dalam belajar(mudjiono,2002:98).
Menurut biggs & tefler dalam dimyanti dan mudjiono (1994) motivasi belajr siswa dapat menjadi lemah,lemahnya motivasi atau tiadanya motivassi belajar akan melemahkan kegiatan,sehingga mutu hasil belajar menjadi rendah.oleh karena itu,motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus.dengan tujuan agar siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat,sehingga hasi belajar yang diraihnya dapat optimal.
Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa-siswi dalam setiap kegiatan pembelajaransangat berperan untuk meningkatka hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu(Nashar,2004:11).siswa-siswi tersebut akan mememahami apa yang dipelajaridan dikuasai serta tersimpan daklam jangka waktu yang lama.siswa menghargai apa yang telah dipelajari sehingga merasakan kegunaannya didalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah masyarakat.
Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi pula,artinya semakin tinggi motivasinya semakin intensitas
1
usaha dan upaya yang dilakukan,maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya.siswa melakukan usaha atau upaya untuk meningkatkan keberhasilan dalam belajar sehingga mencapai keberhasilan yang cukup memuasakan sebagaimana yang diharapkan.disamping itu motivasi juga menopang upaya-upaya dan menjaga agar proses belajar siswa tetap jalan.hal ini dijadikan siswa gigih dalam belejar.
apabila motif atau motivasi belajar muncul setiap kali belaja,besar kemungkinan hasil belajarnya meningka(Nashar:2004:5).bnyak bakat siswa tidak berkembang karena tidak memiliki motip yang sesuai dengan bakatnya itu apabila siswa itu memperoleh motipsesuaio bakt yang dimilikanya itu,maka lepaslah tenaga yang diluar biasa sehingga tercapai hasil-hasil belajar yang semula tidak terduga.
Sekolah dasar negeri waru 05 kecamatan parung kelas IV terdapat 2 kelas,yang masing-masing kelas berjumlah 30 siswa.menurut pengamatan dilapangan dan informasi dari guru kelas masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar,terlihat dari adanya siswa -siswa yang enggan belajar dan tidak bersemangat dalam menerima pelajaran dikelas,siswa pun yang belum aktif dalam mengerjakan soal latihan yang diberikan,sehingga hasil belajarnya pun menjadi kurang memuaskan karena masih banyak nilai dibawah standar kelulusanyakni dibawah 7 (daftar nilai raport semester 1tahun ajaran 2010-2011) padahal selama ini sudah ada fasilitas-fasailitas sekolah yang diberikan untuk mendukung sarana prasarana demi kelancaran dalam proses pembelajaran.hal itulash yang menjadi permasalahan peneliti,sehingga penelitiingin mengetahui lebih jauh tentang pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
2
Berdasarkan pertimbanan pemikiran diatas maka peneliti mengambil judul”PENGARUH MOTIVASI BELAJR TERHADAP HASIL BELAJR SISWA KELAS IV SDN WARU 05 KECAMATAN PARUNG.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan uraian diatas,maka dikemukakan permasalahan sebagai berikut:
1.2.1 Adakah pengaruh motivassi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
1.2.2 Seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
1.3.Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas,maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.3.1 Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajr siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan parung.
1.3.2 Untuk mengetahui besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan parung.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yng diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.4.1 Manfaat Teoritis
a. Dapat menambah ilmu pengetahuansecara praktis sebagi hasil dari pengamatan

3
langsung serta dapat memahami penerapan disiplin ilmu yang diperoleh selam studi diperguruan tinggi khususnya bidang ilmu kependidikan.
b.Dengan penelitia ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan secara umum dan khususnya ikmu kependidikan.
1.4.2 Manfaat praktis
a.Penelitia ini dapat bergunasebagi masukan bagi guru SDN Waru 05 keca,matan parung untuk meningkatkan hasil belajar siswanya.
b.Memberikan sumbangan pemikiran dan perbaikan dalam penanganan
masalah ,otivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dimasa yang akan datang.

4
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Tinjauan Tentang belajar

2.1.1.1 Pengertian belajar

Menrut Wingkel dalam Darsono (2004:4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi dalam lingkunagan,yang menghasilakan perubahan dalam pengetahuan pemahaman,keterampilan,dan nilai sikap.
Djmarah (2002:13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interakasi dengan lingkungannya menyangkut kognitif,afektif dan psikomotorik.
Slameto dalam DJamarah (2002:13) merumuskan juga tentang pengertian belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil individu sendiri dalam interasksi dengan lingkungan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri manusia yang tampak dalam perubahan tingkah laku seperti kebiasaan,pengetahuan,sikap,keterampilan,dan daya pikir.

5
2.1.1.2 Unsur-unsur dalam belajar
Menurut Gagne dalam Catharina Tri Ani (2006:4) unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga menghasilkan perubahan prilaku yakni:
a. Pembelajar
Pembelajar dapat berupa peserta didik,pembelajar,warga belajar,dan peserta pelatihan.pembelajar memiliki organ penginderaan yang digunakan untuk menangakap rangsangan otak yang digunakan untuk menstransformasikan hasil penginderaannya kedalam memori yang kompleks dan syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilakan kinerja yang menunjukan apa yang telah dipelajari.

b. Rangsangan/stimulus
Peristiwa yang merangsang penfginderaan pembelajar disebut situasi stimulus.contoh dari stimulus tersebut adalah suara,sinar,warna,panas,dingin,tanaman,gedung,dan orang.agar pembelajar mampu belajar optimal maka harus mempokuskan pada stimulus tertentu yang diminati
.
c.Memori
Memori pembelajar berisi berbagi kemampuan yang berupa pengetahuan,keterampilan,dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.
d.Respon

6
Respon merupakan tindakan yang dihasilakan dari aktualisasi memori.pembelajar yang sedang stimulus maka memori yang ada didsalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut.

2.1.11.3 Faktor-faktor stimulus belajar
Menurut Wasti Soemanto (2003:113) dalam belajar banyak sekali faktor yang mempengaruhi belajar namun dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi belajr,hanya dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu:
a.Faktor-faktor stimulus belajar
Stimuluis belajar adalah segala hal diluar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau pembuatan belajr,misalnya panjangnya bahan pelajaran,kesulitan bahan pelajaran,berartinya bahan pelajaran,berat ringannya tugas,suasana lingkungan eksternal.
b.Faktor-faktor metode belajar
Metode mengajar yang dip[akai oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh sipelajar maka metode yang dipakai oleh guru menimbulkanperbedaan yang berartibagi proses belajar,misalkan kegiatan berlatih atau praktek,menghapal atu mengingat,pengenalan tentang hasil-hasil belajar,bimbingan dalam belajr.c.Faktor-faktor individual
Faktor-faktor individual juga sangat besar pengaruhnya dalam belajar seseorang,misalnya tentang kematangan individu,usia,perbedaan jenis kelamin,pengalaman sebelumnya,motivasi,kondisi kesehatan.
7

2.1.1.4 Strategi be;lajar yang efektif
Solvin dalam catharina Tri Ani (2006:65) menyarankan tiga strategi belajar yang dapat digunakan untuk belajar yang efektif,yaitu:

a. Membuat catatan

Strategi yang paling banyak digunakan pada waktu belajardari bacaan maupun dari m,endengarkan ceramah adalah mencatat,strategi ini akanmenjadi efektif untuk materi belajar tertentu karena mempersyaratkan pengolahan mental untuk memperoleh gagasan uatama tenatang materi yang telah dipelajari dan pembuatan keputussan tentang gagasan-gagasanapa yang baru ditulis
.
b.Belajar kelompok

belajar kelompok ini memungkinkan siswa membahas materi yang telah dibaca atau didengar dikelas.belajar kelompok lebih baik dibandingkan belajar sendiri-sendiri karena belajar kelompok posisis penyaji dan pendengar ini dapat dilakukan secara bergantian sehingga seluruh individu dalam kelompok memiliki pemahaman yang sama terhadap materi yang dipelajari.

8

c. Menggunakan metode PQR4(preview,Question,Read,Reflec,Recite dan Review).
Strategi belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari.prosedur yang digunakan dalam metode ini adalah mensurvey atau membaca engan cepat materi yang dibaca,membuat pertanyaan untuk diri sendiri,membaca materi,memahami dan membuat kebermeknaan informasi yang disajikan,praktek mengingat informasi,bertanya secara aktif atas materi yang dipelajari.
2.1.2 Tinjauan tentang motivasi belajar

2.1.2.1 Pengertian motivasi belajar

Pada dasarnya motivasi adalah usaha yang didasari untuk mengerahkan dan menjaga tingkah seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesustu sehingga mencaapai hasil atau tujuan tertentu.
Motivasi belajar adalah suatu perubaan tenaga didalam diri seseorang (pribadi)yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Frederick j.Mc.Donald dalam H Nashar,2004:39).Tetapi menurut Clayton Aldelfer dalam H Nashar (20004:42) motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalammelakuka kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi hasil belajar sebaik mungkin.
9
Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum,sehingga mampu berbuat yang lebih baik,berprestasi dan kreatif (Abraham Maslow alamH Nashar,2004:42) motivasi belajr adalah suatu dorongan intrenal dan eksternal yang menyebabkan seseorang atau individu untuk bertindak atau mencapai tujuan,sehingga perubahan tingkah laku pada diri siswa diharapkan terjadi.
jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar secara sungguh-sungguh,yang pada gilirannya akan terbentukcara belajar siswa yang sistematis,penuh konsentrasi dandapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya.

2.1.2.2 Fungsi motivasi belajar

Menurut Sudirakan (2008:83) fungsi motivasi belajr ada tiga yakni sebagai berikut:

a. Mendorong manusia untuk berbuat
Sebagai penggerak atau motor yang melpaskan energi.motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

b. Menentukana cara perbuatan
Yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.dengan demikian motivasi dapat memberiakan arah dan kegiatan yang harus dikerjakanm sesuai denagnrumusan tujuannya.
10
c. Menyeleksi perbuatan
Yakni menentukan perbuata-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujauan,denagan menyisihkanperbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
Hamlick (2003:161:) juga mengemukakan tiga fungsi motivasi,yaitu:
a.Mendorong timbulnya kelakuan atau sesuatu perbuatan
Tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar
b.Motivasi berfungsi sebagai pengarah
Artinya menggerakan perbuetan kearah pencapaian tujuan yang diinginkan.
c.Motivasi berfungsi penggerak
Motivasi ini berfungsi sebagi mesin,besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan atau perbuatan.
jadi fungsi motivasi secara umum adalah sebagai penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2.1.2.3 Strastegi motivasi belajar
Menurut Catharina Tri Ani (2006:186-187) ada beberaa strategi motivasi dalam belajar antaa lain sebagai berikut:

1.Membangkitkan minat belajar
Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sanat penting dan karena itu
11
tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka.cara lain yang dapat diberikan adalah memberikanpilihan kepada siswa tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari

2.Mendorong rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan pembelajaran.metode pembelajaran studi kasus,diskoveri inkuiri,diskusi,curah pendapt,dansejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.

3.Menggunakan variasi metodepenyajian yang menarik
Motivasi untuk belajr sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik dan juga penggunaan variasi metode penyajian.

4.Membantu siswa dalam merumuskan tujuan belajar
Prinsip yang mendasdar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskanatau ditetapkan oleh dirinya sendiri dan bukan dirumuskan atau ditetapkanoleh ofrang lain.

2.1.3Tinjauan tentang hasil belajar

2.13.1 Pengertian hasil belajar
12

Menurut Catharina Tri Ani (2002:4) hasil belajar merupakan perubahan prilaku yang diperoleh pembelajaran setelah menalami proses belajar.hasil belajar juga merupakan kemapuan yang diperoleh siswa setelah melakukan egiatan belajar (H Nashar,2004:77).Hasil belajar adalah terjadinya perubahan dari hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil dan masukan dari lingkungan baeruopa rancangan dan pengelolaan motivasional tidak berpengaruh terhadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh siswa untuk mencapai tujuan belajar(keller dalam H Nashar,2004:77)Seseorang dapat dilakukan telah belajar sesuatuapabial dalam dirinya telah terjadi perubahan,akan tetapitidak semua perubahan yang terjadi.jadi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan dan hasil belajar sebagai produk dari proses belajar,maka didapatkan hasil belajar.

2.1.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Dalyono (1997:55-60) berhasil tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan oleh dua faktor,yaitu:

a.Faktor intern(yang bersal dari dalam diri orang yang belajar)
1. Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar,seseorang yang tidak selalu sehat,sakit kepala,demam,pilek batuk dan
13
sebagainya dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar.demikian juga halnya
jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik.
2.Intelegensi dan bakat
Kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap kemamuan belajar.seseorang yang mempunyai intelegesi yang baik (IQ-nya tinggi)umumnta mudah belajar dan hasilny pun cenderungbaik.bakat juga besar pengaruhnya dalam menentukan keberhasilan belajar.jika seseorang mempunyai intelegensi yang tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari,maka proses belajar akan lebih mudah dibandingkan orang yang hanya mempunyai integensi tinggi saja atau bakat saja.
3.Minat dan motivasi
Minat dapat timbul karena adanya daya tarik dari luar dan juga datang dari sanubari,timbulnya minatbelajar disebabkan beberapa hal,antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikan martabat atau ingin memperoleh pekerjaan yang baik serat ingin hidupa senang atau bahagia,begitupual seseorang yang belajar dengan motivasi yang kuat,akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh,penuh gairah dan semamgat.motivasi adalah penggerak atau pendorong.
4.Cara belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya,belajar tanpa memperhatikan tekhnik dan faktor fisiologis,psikologis,dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang.
b.Faktor eksternal(yang berasal dari orang yang belajar)
1.Keluarga
14
Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar,misalnya tinggi rendahnya pendidikan,besar kecilnya perhatian dan penghasilan.
2.Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar cukup berpengaruh tingkat keberhasilan anak.kualitas guru,metode mengajarnya,kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak,keadaan fasilitas atau perlengkaopan disekolah dan sebaginya,semua ini akan mempengaruhi kegiatan belajar.
2.1.3.3 Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan diskripsi tentang perubahan prilaku yang diinginkan atau deskripsi produk yang menunjukan bahwa belajar telah terjadi.
Gagne dan briggs dalam Nashar mengklasifikasikanhasil belajar menjadi 5,yaitu:

a.Keterampilan intelektual (intellectual skills)
Keterampilan intelek merupakan kemampuan yang membuat individu kompeten.kemampuan ini bertentengan dari kemahiran bahasa sederhana seperti menyusun kalimat sampai pada kemahiran teknis maju,seperti teknologi rekayasa dan kegiatan ilmiah.keteram,pilan itu misalnyamenemukan kekuatan jembatan atau memprediksi inflasi mata uang.

b.Strategi kognitif (cognitive strateggis)

15
Strategis kognitif merupakan kemmampuan yang mengatur prilaku belajr,mengiongat dan berfikir seseorang.misalnya kemampuan mengendalikan prilaku ketika membacayang dimaksudkanuntuk belajar dan metode internal yang digunakan untuk memperoleh inti masalah.kemampuan yang berada dalam strategi kognitifini digunakan oleh pembelajar dalam memecahkanmasalah secara kreatif.

c.Informasi verbal (verbac information)
Informasi verbal merupakan kemampuan yang diperoleh pembelajar dalam bentuk informasi atau pengetahuan verbal.pembelajaran umumnya telah memiliki memori yang amumnya telah digunakan dalam bentuk informasi,seperti nama bulan,hari,minggu,bilangan,huruf,kota,naegara,dan sebagainya.informasi verbal yamng dipelajari disituasi pembelajaran diharapkan dapat diingat kembali setelah pembelajar menyelesaikan kegiatan pembelajar.

d.Keterampilan motorik (Motor skills)
Keterampilan motorik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kelenturan syaraf dan otot,pembelajar naik sepeda,menyetir mobil,menulis halus merupakan beberapa contoh yang menunjukan keterampialn motorik.dalam kenyataannya,pendidikan disekolah lebih benyak menekankan pada fungsi intelektual dan seringkali mengabaikan keterampilan motorik,kecuali untuk sekolah teknik.

16
e.Sikap (Attitudes)
Sikap merupakan kecendrungan pembelajaran untuk memilih sesuatu,setiap pembelajar memiliki siakapterhadap berbagai benda,orang an situasi.efek siakp ini dapat diamati dari reaksi pembelajar(positif atau negatif) terhadap benda,orang ataupun situasi yang sedang dihadapi.

2.1.3.4 Evaluasi hasil belajar
Secara rinci,fungsi evaluasi dalam pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
1.Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah melakukan kegiatan selama jangka waktu tertentu
2.Untuk mengetahui tingkat keberhasilan progaram pengajaran
3.Untuk keperluan bimbingan konseling
4.Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulumsekolah bersangkutan.
Salah satu tahap kegiatan evaluasi,baik yang berfungsi formatif maupun sumatif adalah tahap pengumpulan informasi melalui pengukuran.menurut Darsono (2000,110-111) pengumpulan informasi hasil belajar dapat ditempuh melalui dua cara yaitu:

a.Teknik Tes
Teknik tes biasanya dilakukan disekolah-sekolah dalam rangka mengakhiri tahun

17
ajaran atau semester.pada akhir tahun,sekolah mengadakan tes akhir tahun.menurut pola jawabannya tes dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:tes objektif,tes jawaban singkat,dan tes uraian.

b.Teknis Non Tes
Pengumpulan informasi atau pengukuran dalam evaluasi hasil belajar dapat juga dilakukan melalui observasi,wawancara dan angket.teknis non tes lebih banyak digunakan untuk mengungkap kemampuan psikomotorik dan hasil belajar efektif.

2.2.Kerangka Berfikir

Motivasi belajar memiliki peranan yang sangat menentukan dan mendorong siswa untuk belajar dengan penuh perhatian dan konsenterasi dalam menerima pelajaran,sehingga tercapai tujuan yang diharapkan oleh siswa yaitu hasil belajarnya yang ditunjukkan dengan prestasi belajar akan meningkat.jadi dalam hal ini motivasi belajar berpengaruh terhasdap hasil belajar.
Semakin tinggi motivasi belajar,maka hasil belajar yang dicapai akan semakin meningkat,sebaliknya,semakin rendah motivasi belajr maka hasil belajar yang dicapai akan semakin menurun.dari keterangan tersebut,maka dalam penelitian ini peneliti terdorong untuk meneliti pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan gambaran skema sebagai berikut:

18

Gambar 1 : Kerangka Berpikir

2.3.hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan sementara yang masih perlu diuji kebenarannya.adapun hipotesis yang diajukan adalah:
“adanya pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung.

19
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Populasi Sampel Penelitian

3.1.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto,1998:115).Disamping itu juga dapat diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya dapat diduga.Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas IV yang ada pada sekolah dasar negeri Waru 05 Kecamatan Parung.
Tabel 1:jumlah populasi
No. Kelas Populasi
1 IV A 30
2 IV B 30
Jumlah 60

3.1.2 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto ,1998:117).Sedangkan Sutrisno Hadi(1998:221) Berpendapat bahwa sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random sampling(undian)karena setiap anggota populasi yang ada didalam sampling frame bersangkutan merupakan hak yang sama besar untuk dipilih menjadi anggota sampel(suharsini Arikunto,1997:111-114).Penentuan

20
sampel pada dasarnya tidak ada yang mutlak untuk menentukan beberapa persen sampel dari populasi yang akan diambil.untuk menentukkan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan rumus solvin sebagai berikut:

n= N

1+Ne2

Dimana: n =ukuran sampel
N =ukuran populasi
e =persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditaksir atau masih diinginkan.
Dari ketarangan diatas maka dapat diperoleh sebagai berikut:

N = 60 siswa
e = 10%

n = N

1+Ne

n = 60

1+60(0,1)2

n = ___60_____
1+0,60

n = 60
1,60

n = 37,5

Sampel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (x) dan variabel terkait (y).

21
3.2 Variabel penelitian

a. variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi terhadap suatu gejala.variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dengan indikator sebagai berikut:
1.cita-cita/aspirasi siswa
2.kemampuan siswa
3.kondisi jasmani dan rohani siswa
4.kondisi lingkungan kelas
5.unsur-unsur dinamis belajar
6.upaya guru membelajarkan siswa
b. Variabel terkait (y) adalah variabel yang di pengaruhi oleh suatu gejala.variabel terkait ini adalah hasil belajar dengan indikator sebagai berikut:
1. Informasi verbal
2. Keterampilan intelek
3. Strategi kognitif
4. Keterampilan motorik
5. Sikap

22
3.3 Teknik pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang ditelieti.dalam penelitian ini metode yang digunakan antara lain:

3.3.1 Metode angket atau kusioner
yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Suharsimi Arikunto,1998:140)

3.3.2 Metode dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkrip nilai.teknik ini digunakan untuk mengungkapkan data tentang hasil belajar siswa.

3.3.3 Metode observasi
Observasi yaitu memperlihatkan sesuatu dengan menggunakan mata.observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan,meliputi kegiatn pemusatan perhatian terhadap suatu objak dengan menggunakan seluruh alat indra.jadi pengobservasian dapat dilakukan melalui pengamatan,pendengaran,penciuman,peraba,dan pengecap( Suharsini Arikunto,1998:146). pengguna metode observasi dimaksudkan untuk mengetahui motivasi belajar yan dilakukan.
23
3.4.Validitas dan Reliabilitas

3.4.1. Validitas
Validitas adalah suatuu kuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau mengukur aap yang diinginkan dengan kata lain dapat mengungkap data dari variable yang diteliti secara tepat (Suharsimi Arikunto,1998:160).
untuk menguji kusioner penelitian menggunakan uji validititas butir instrument,dikatakan memiliki validitas apabila mempunyai dukungan besar terhadap skor total.untunk mengukur validitis kuesioner dengan menggunakan rumus korelasi pruduct moment dikemukakan oleh pearson.
n∑XY – (∑(Y)(∑(Y)))
rxy=
{n∑x2 – (∑(x2)}({ n∑y2 – ((∑(y)2}

Dimana:
rxy = koefisien korelasi x dan y
n = jumlah responden
x = jumlah skor butir soal tiap individu
y = jumlah skor total tiap variable
( Suharsimi Arikunto,1998:162).

24
3.4.2 Reliabilitas instrumen

reliabilitas menunjukan pada satupengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto,1998:170).untuk mencari reliabilitas digunakan rumus Alpha,dimana rumus ini digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan satu dan nol,misalnya angket atau soal bentuk uraian ( Suharsimi Arikunto,1998:193).Rumus Alpha:
k ∑ð2b
r 11 = 1 –
(k – 1) ð2t

r 11 = reliabilitas instrument

k = banyaknya butir

∑ð2b = jumlah varian butir

ð2t = varian total

25
3.5. Teknik analisis data

3.5.1. Analisis hasil Penelitian

3.5.1.1. Analisis Driskriptif presentase

Analisa dalam penelitian digunakan untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai keadaan variabel. Baik itu variable motifasi belajar maupun hasil belajar siswa SDN Waru 05 Kecamatan Parung. Penggambaran dua variable ini dinyatakan dalam bentuk prosentase dan selanjutnya ditafsirkan dengan tabel kriteria yang telah dibuat. Adapun langkah analisa diskrptif prosentase adalah :

a. Memberikan skor terhadap jawaban responden dengan ketentuan :
1. Untuk jawaban A diberi skor 4
2. untuk jawaban B diberi skor 3
3. Untuk jawaban C diberi skor 2
4. untuk jawaban D diberi skor 1
b. Memasukan hasil kedalam rumus:
n
%=
N x 100%

Dimana:
%=Tingkat prosentase yang berhasil dicapai
26
n=Nilai yang diperoleh
N=Nilai total
(Muhammad Ali,1984:92)

3.5.1.2 Pengujian hipotesis penelitian
Pengaruh X terhadap Y secara simultan (uji F)
a.Merumuskan hipotesis statistic
1).Ho:Ada betanya ,artinya X secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Y.
2).Ha:Ada betanya, artinya X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y.
b. Kaidah Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dengan tarap signifikan 5% sebagai berikut:
1).Sig0,05 ada panah Ho diterima Ha ditolak
Untuk membantu proses pengolahan data secara tepat ,maka pengolahan datanya dilakukan melalui SPSS(Statistik Product and Service Solution)versi 10.

27
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.HasilPenelitian
4.1.1.Tahap Persiapan
Persiapan awal penelitian dilaksanakan,diadakanpersiapan-persiapan sebagai berikut”
1. Menunjukkan objek penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN WAru 05 kecamatan parung,kabupaten Bogor.Tahun ajaran 2010-2011.

2.Persiapan untuk instrumen penelitian
Dalam penelitian ini digunakan instrumen untuk mengumpulkan data tentang variabel motivasi belajar (x) tehadap hasil belajar siswa (y),dalam penelitian ini instumen yang digunakan adalah angket.angket ini digunakan untuk mengungkap datatenteng variabel motivasi belajar.

3.Pengumpulan data
a.Angket
Setelah angket dipersiapkan sebagai instrumen penenlitian,selanjutnya dibagiakan kepada responden untuk diuju cobakan. uji coba instrumen disebarkan kepada 44 siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.dari hasil perhitungan
28
validitas diperoleh sebanyak 30 itemterdiri dari 20 item variabel motivasi dan 10 item dari variabel hasil belajar,keselurhan instrumen tersebut dikaatakan valid pada uju coba instrumen.kemudian peneliti menyeberkan angket tersebut kepada sampel penelitian (responden) sebanyak 44 siswa.
b.Dokumentasi
Untuk mengetahui jumlah siswa dan hasl belajar kelas IV SDN Waru 054Kecamatan parung.yang dijadiakanpopulasi penelitianini yang ,kemudian diambil sampelnya maka dilakukan oengambilan daftar nilai siswa secara dokumenter.
c.Observasi
dalam penelitian ini,peneliti melakukanobservasi psda tanggal 16 mei sampai tanggal 04 juni 2011 di SDN Waru 05.observasi dilakukan dengan aksud,peneliti ingin mengetahui permasalahan yang terjadi di SDN Waru 05 kecamatan parung.
4.Penyebaran angket
Setelah diketahui jumlah populasi yang terdiri 60 siswa dari kelas IV SDN Waru 05,maka angket disebarkan kepada 44 siswa untuk dialakukan penelitian.penyebarab angket dilakukanselama dua hari,mulai dari selasa tanggal 18 mei sampai dengan hari rabu tanggal 19 mei 2011 pada jam istirahat.

4.1.2. Hasil perhirtungan dan pengujian

29
4.1.2.1.Deskrisi Variabel Penelitian

Gambaran dari masing-masing varisabel dalam penelitian ini motivasi belajar kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung berdasarkan analisis deskriptif presentase diperoleh hasil sebagai berikut:

a.Deskriptef motivasi belajar
Hasil penelitian diperoleh dari rata-rata skor motivasi belajar pada SDN Waru 05 kecamatan parung dengan presentase 66,3% yang masuk dalam katergori tinggi.lebih jelas gambaran motivasi belajar kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung ditinjau daarijawaban masing-masing siswa diperoleh hasil seperti tersaji pada tabel berikut:
tabel 2 :Distribusi motivasi belajar’
Skor Kriteria F Persentase (%)
85-100 Sangat Tinggi 0 0
69-84 Tinggi 0 0
53-68 Cukup 37 84,09
37-52 Rendah 7 15,91
20-36 Sangat Rendah 0 0
Jumlah 44 100

Gambar diatas menunjukkan bahwa sebagian besar motivasi balajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung dikatakan dalam kategori cukup (35-50) dan hanya
30
sebagian kecil yang dalam kategori rendah (20-34)dengan demikian secara umum motivasi belajar pada sisw SDN Waru 05 kecamatan parung sudah dapat dikatakan cukup.
Tabel 3 :Analisis deskritif presentase masing-masing indikator variabel motivasi belajar.
no Indikator No Item Persentase Kriteria
1 Cita-cita/ Aspirasi Siswa 1 86,1 Sangat tinggi
2 90,1 Sangat tinggi
3 72,8 Tinggi
2 Kemampuan Siswa 4 67,8 Tinggi
5 51,7 Cukup
6 91,1 Sangat tinggi
3 Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa 7 69,9 Tinggi
8 57,2 Cukup
9 78,3 Tinggi
4 Kondisi Lingkungan Kelas 10 37,8 Rendah
11 77,2 Tinggi
12 61,1 Tinggi
13 61,1 Tinggi
5 Unsur-unsur Dinamis Belajar 14 80,1 Sangat Tinggi
15 40,1 Rendah
16 48,9 Rendah
6 Upaya Guru membelajarkan siswa 17 72,8 Tinggi
18 48,9 Rendah
19 72,2 Tinggi
20 58,9 Cukup

Berdasarkan perhitungan presentase deskriftif motivasi belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung,mulai dari indilator yang pertama yakni tentang cita-cita atau aspirasi siswa kelasnya sudah baik diantaranya tentang keinginan untuk bersekolah di SDN Waru 05 kecamatan parung dikatakan dalam kategoti sangat tinggi mendaapt skor 86,1% yang berarti bahwa keinginankelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung untuk bersekolah sangat tinggi.yang kedua tentang keiginan untuk meraih hasil belajar siswa mendapat skor 90,0% berarti nengatakan bahwa keinginan siswa kelas IV
31
SDN Waru 05 kecamatan parung untuk meraih hasil belajar itu dalam kategori angat tinggi.item yang ketiga tentang keyakinaan siswa kelas IV SDN Waru 95 kecamatan parung untuk mendapatkan atau meraih hasilbelajar lebih baik mendapat skor 72,8% yang berarti bahwa keyakinan siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung untu mendapatkan atau meraih hasil belajar lebih baik setelah sekolah di SDN Waru 05 kecamatan perung dalam kategori tinggi.dari tiga item yang menyatakan adany cita-cita/asperasi dapat disimpulakan bahwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung tingkat cita-cita/aspirasinya masuk kategori tinggi.
Kemudian tentang kemampuan siswa terdiri dari tiga item yakni,yang pertama tentang kesulitan belajar di SDN Waru kecamatan parung mendapat skor 67,8% yang berarti bahwa tingkat kesulitan pada saat belajar disekolah itu masuk dalamn kategori tinggi.yang kedua adalah tentang kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan mendapat skor 51,7% yang berarti bahwa tingkat kemampuan siswa pada saat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru itu masuk dalam kategori cukup karena kadang-kadang siswa belum siap untuk menjawab pertanyaan baik disebabkan karena siswa belum belajar,penjelasan guru belum dapat dikuasai siswa,siswa tidak bisa menerima maksud pertanyaan yang diberiakan oleh guru atau memang siswanya yag tingkat IQ nya rendah.yang ketiga tentang kesiapan siswa saat menerima materi pelajaran mendapat skor sebesar 91,0% yang berarti bahwa tingkat kesiapan siswa pada saat menerima materi pelajaran masuk dalam kategori sangat tinggi,di SDN Waru 05 kecamatan parung ini siswa kelas IV telah benar-benar siap menerima materi.jadi kesimpulan dari tiga iyem pertanyaaan yang mengandung adanya tingkat kemampuan
32
belajar termsuk kedalam kategori tinggi.
Kemudin tentang kondisi jasmani dan rohani siswa yang terdiri dari tiga item yang pertama tentang penambahan stamina pada tubuh siswa adalah sebesar 69,9% yang berarti bahwa dalam diri siswa persiapan untuk kegiatan pembelajaran masuk dalam kategori tinggi dengan adanya penambahan stamina yakni dengan melakukan makan pagi sebelum berangkat kesekolah.yang kedua tentang usaha siswa pada saat ketertinggalan pelajaran yang dikarenakan siswa tersebut sakit mendapat skor sebesar 57,2% yang berarti behwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung,usaha yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pada saat sakit itu masuk dalam kategori cukup mengenai usaha yang dilakukan.yang ketiga tentang kondisi keterpaksaan siswa pada saat mengikuti pelajaran mendapat skor 78,3% masuk dalam katagori tinggi yang berarti bahwa kondisi siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung pada saat menerima materi pelajaran,siswa-siswa tersebut tidak merasakan keterpaksaan pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.jadi dari ketiga item tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kondisi jasmani dan rohani siswa itu masuk dalam kategori tinggi berarti sudah dikatakan baik.
indikator yang keempat adalah kondisi lingkungan kelas siswa, yang pertama tentang kondisi kelas pada saat cuaca panas mendapat skor sebesar 37,8% masuk dalam kategori rendah,yang berarti bahwa kondisi kelas yang panas pada saat cuaca panas, sering mengganggu siswa Kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung dalam kegiatan belajar mengajar dikelas.yang kedua adalah kondisi kenyamanan kelas pada saat kegiatan belajar mengajar mendapat skor 77,2% masuk dalam kategori tinggi yang
33
berarti bahwa kondisi kelas IV SDN Waru 05 kecamatan Parung nyaman pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dikelas.yang ketiga adalah aksesoris kelas yang dapat mendorong siswa dalam belajar mendapat skor sebesar 61,1% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa pada kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung tersebut cukup lengkap,aksesoris tersebut dengan maksud agar siswa-siswa termotivasi untuk belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang optimal.yang keempat adalah gangguan kegaduhan siswa dikelas pada saat proses belajar mengajar mendapat skor sebesar 61,1% termasuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa siswa tidak terlalu terganggu terhadap kegaduhan siswa didalam kelas,hal ini disebabkan kemampuan guru dalam mengelola kelas pada saat mengajar sudah masuk dalam kategori cukup bagus.
kemudian indikator yang kelima adalah unsur-unsur dinamis dalam belajar diantaranya yaitu tentang usaha-usaha guru dalam memotivasi siswa untuk belajar mendapat skor 80,1% dengan kriteria sangat tinggi,yang berarti bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk memotivasi siswa dalam rangka pembelajaran dapat dikatakan bagus.misalnya pada saat kegiatan belajar,guru memberikan masukan yang berupa motivasi untuk belajar.peranan orang tua dalam mengaktualisasikan diri siswa mendapat skor 40,0% dengan kriteria rendah,yang berarti gahwa orang tua kurang memberikan kesempatan untuk megaktualisasikan diri siswa dalam belajar,misalnya melarang siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan disekolah kemdian tentang kegitan-kegiatan yang diadakan di SDN Waru 05 Kecamatan Parung yang dapat mempengaruhi tingkat kemempuan siswa mendapat skor sebesar 48,9% dengan
34
kriteria rendah,yang berarti bahwa siswa diSDN Waru 05 Kecamatan Parung tingkat kesadaran untuk mengikuti ekstrakurikuler sangat rendah,hal ini dikarenakan siswanya malas untuk mengikuti kegiatan-kegitan yang dapat menambah pengetahuan kegiatan ekstrakulikuler ini sering dilakukan pada sore hari jadi siswa enggan untuk mengikutinya,mereka merasa lelah setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada pagi harinya.jadi kesimpulan indikator upaya-upaya membelajarkan siswa dikatakan sudah bagus.
kemudian yang terakhir adalah upaya guru dalam membelajarkan siswa yang terdapat enam item diantaranya metode pembelajaran yamg diberikan oleh guru mendapat skor 72,8% dengan kriteria tinggi, yang berarti bahwa metode yang digunakan oleh guru cukup efektif sehingga siswa dapat menerima materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru.kemudian tentang tugas rumah yamg diberikan oleh guru mendapat skor sebesar 48,9% dengan kriteria rendah ,yang berarti bahwa guru dalam memberikan tugas rumah kurang berhasil.tugas rumah disini bertujuan untuk memotivasi siswa agar mau belajar dirumah karena banyak pakta dilapangan banyak siswa belajar itu hanya kalau ada tugas rumah yang diberikan oleh guru. item yang ketiga yakni tentang usaha-usaha guru dalam memberikan motivasi kepada siswa pada saat proses pembelajaran mendapat skor 72,2%dengan kriteria tanggi, yang berarti bahwa guru banyak memberikan motivasi pada saat proses pembelajaran,misalnya disela-sela guru menerangkan pelajaran,seorang guru memberikan motvasi untuk giat belajar.dan yang terakhir adalah tentang kesempatan yang diberikan oleh guru untuk bertanya mendapat skor 58,9% dengan kriteria cukup,yang berarti siswa kurang
35
memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru untuk bertanya.hal ini dikarenakan siswa kurang faham terhadap materiyang diberikan oleh guru atau terkadang siswa taakuat bertanya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa motivasi yang ada pada siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung baik itu motivasi dari luar maupundari dalam diri siswa sudah dapat dikatakan bagus.
b.Deskriftif hasil belajar
Hasil perhitungan data penelitian menunjukkan nilai maksimal hasil belajar sebesar 288,nilai minimal sebesar 112.adapun hasil analisis deskriftif presentase masing-masing indikdtor variabel hasil belajar tercantum dalam tabel 4 dibawah ini,sedangkan perhitungannya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4 : Analisis deskriftif presentase indikator variabel hasil belajar siswa.
no Indikator No Item Persentase Kriteria
1 Informasi verbal 21 53,4 Cukup
22 76,7 Tinggi
2 Keterampilan Intelek 23 72,7 Tinggi
24 65,3 Cukup
3 Keterampilan Kognitif 25 69,9 Cukup
26 71,6 Tinggi
4 Keterampilan motorik 27 56,8 Cukup
28 67,6 Tinggi
5 Sikap 29 93,2 Sangat Tinggi
30 50,6 Rendah

Sumber data Penelitian Tahun Ajaran 2010/2011
36
Dari hasil perhitungandat tentang hasil belajar yang diperoleh melalui penyebaran angket kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parungyaaaaang berjumalh 10 itemyang masing-masing indikator berjumlah 2 item indikator. Indikator yang pertama adalah informasi verbal terdapat dua item menyatakan adanya kemampuan untuk menyatakan pendapat dengan baaaaik mendapat skor srbesar 53,4% masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa dapat dikatakanmampu mengemukakan pendapatnya dengan baik,namun cara pengungkapannya disini masih dibantu oleh guru yang bersabgkutan.yamg kedua tentang menerima informasi dari guru mendapat skor 76,7% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung dalam menerima informasi guru dapat dikatakan bagus.informasi dari guru yang dimksud adalah informasi baik pemberian informasi yang berupa materi maupun informasi no formal,jadi kemampuan siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 kecamataaan parung sudah masuk dalam kategori tingi,yang berarti bahwa kemampuan siswa yang berupa informasi verbal sudah bagus.
Indikator yang kedua adalah indikator intelek,item yang pertama tentamng kemampuan siswa untuk berfikir jernih dalam menyelesaikan masalah mendapat skor sebesar 72,2% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa kelas IVA samapai IVB SDN Waru 05 telah mampu menyelesaikan masalah denagn selalu berfikir jernih,kemudian kemampuan siswa yang selalu mendapatkan ide yang bagus setelah mendapatkan materi dari guru dengan skor sebesar 65,3% masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa belum banyak yang mampu mendapatkan ide setelah mendapatkan materi dari guru.hal ini disebabkan baik karena tingkat IQnya siswa yang
37
kurang bagus maupun kemampuan menyerap materi yang diberiakan oleh guru kurang diterima oleh siswa.jadi kemampuan siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru dalam hal keterampilan intelek sudah dapat dikatakan baik namun namun masih kurang sempurna.
yang ketiga adalah keterampialan kognitif yang meliputi kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh guru mendapat skor 69,9masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa kelas IVA dan IVB SDNWaru 05 masih kurang memusatkan perhatiannya pada materi yang telah diberikan oleh guru.kemudian tentang kemampuan siswa untuk mengingat materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru mendapatkan skor 71,6%masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa kemampuan siswa kelas IVA sampai kelas IVB SDN Waru 05dalam mengingat materi yang diberiakan oleh gur sudah bagus.jadi kesimpulannya adalah bahwa sebenarnya siswa dalam kemampuan mengingat materi yang telah diberiakan oleh guru sudah bagus.berarti tingkat IQnya bagus,namun karena siswa tersebut kurang memusatkan perhatiannya maka materi yang disampaikan oleh guru kurang dikuasai oleh siswanya.
Kemudian tentang keterampilan motorik,yakni kemampuan kecepatan siswa dalam menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru mendapat skor 56,8%masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa dalam menjawab pertanyaan guru masih perlu adanya peningkatanmisalnya dengan cara meningkatkan pemusatan perhatian yang telah diberikan oleh guru,yang kedua tentang kemampuan gerak reflek setiap guru memerintahkan mengerjakan sesuatu mendapat skor 67,6% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti siswa selalu melaksanakan tugas yang
38
diberikan oleh guru dengan gerak reflek.jadi kemampuan siswa kelas IVA sampai IVB SDN Warau 05 dalam hal keterampilan motorik sudah masuk dalam kategori cukup terbukti dengan adanya kemampuan siswa dalam setiap menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru masih kurang sempurna namun siswa tersebut dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru selalu melaksanakannya dengan baik.
indikator yang terakhir adalah kemampuan sikap yakni tentang keinginan siswa dalam hal memperbaiki hasil belajar yang kurang baik mendapat skor 93,2% masuk dalam kategori sangat tinggi yang berarti bahwa usaha siswa dalam hal memperbaiki hasil belajar yang kurang memuaskan sangat tinggi.siswa-siswa berusaha keras untuk memperbaikihasil yang kurang memuaskan tersebut.yang kedua tentang sikap siswa setelah mendapatkan nilai yang bagus mendapat skor sebesar 50,6% yang masuk dalam kategori rendah yang berarti siswa yang menganggap hal yang biasa apabila nilai yang diperolehnya bagus.jadi kesimpulan dari indikatorsikap ini,bahwa siswa selalu berusaha untuk memperbaiki apabila nilai yang diperolehnya kurang bagus namu siswa kelas IV A sampai IVB SDN Waru 05 tersebut krang menghargai terhadap nlai yang bagus yang telah diperolehnya hal ini dikarenakan siswa menganggap hal yang biasa terhadap nilai yang bagus tersebut.
dari indikator-indikator tersebut mengatakan bahwa hasil belajar yang telah didapatnya sekarang cukup tinggijadi daalm ini masih banyak lagi usaha-usaha yang harus dilakukan dalam hal peningkatan hasil belajar siswa-siswanya.

39
4.2 Pembahasan
4.2.1. Hasil Belajar
Pentingnya hasil belajar dapat dilihat dari dua sisi yakni bagi guru maupun bagi siswa dalam melakukan pengelolaan pendidikan pada umumnya dan khususnya mengenai tujuan dari pendidikan.menurut Gagne dalam Dimyati dan Mujiono (1994:11) hasil belajar dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori yaitu informasi verbal,keterampilan intelek,strategi kognitif,keterampilan motorik dan sikap.hasil belajar siswa SDN Waru 05 beruopa nilai yang dituangkan dalam lima kategori hasil belajar melalui angket.
Didalm informasi verbal,siswa dituntut mampu mengungkapkan pendapatnya baik didepanguru maupu teman-teman yang lain.mampu memberikan pengetahuan,ide atau gagasan kepada orang lain dapat bermanfaat bagi orang lain.selain mengungkapkan pendapat juga harus mampu menerima dan mencerna semua informasi-informasi dari guru sehingga pengetahuan yang dimilikinya dapat bertambah dan berkembang kearah positif.kebanyakan siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 pada dasarnya mengungkapkan pendapat sudah cukup bagus namun masih perlu adanya bimbingan dari guru-guru yang bersangkutan agar lebih sempurna,misalnya dengan guru memberikan garis besar terhadap permasalahan yang dibahas sehingga konsentrasi siswa terpusat pada pokok pembahasan.
Disamping itu kebanyakan dari siswa kelas IVA dan IVB SDN waru 05 pada saat menjawab pertanyaan dari guru masih terbata-bata.hal ini disebabkan karena kamampuan berfikir siswa tentang materi yang dibahas masih kurang,sebab lain
40
kebanyakan dari siswa tersebut masih takut dengan alasan bahwa jawaban tidak layak atau tidak bermutu sehingga akan menjadi bahan tertawaan teman-teman mereka,padahal persepsi tersebut adalah salah besar.
Pada kelas IVA dan IVB SDN Waru 05,seorang guru sangat menghargai siswanya yang mau mengungkapkan pendapat atau bersedia menjawab pertanyaan yang telah diberikan walaupun pendapat atau jawaban itu salah dengan alasan hal tersebut dilakukan oleh guru guna untuk melatih keberanian siswanya.adakalanya seorang guru sambil menunggu siswanya dalam berfikir tentang jawaban dri pertanyaannya,guru mata pelajaran memberikan gambaran-gambarandahulu tentang jawaban dari pertanyaan yang diberikan kepada siswa,hal itu dilakukan guru guna memperlancar cara berfikir siswanya agar masuk sasaran jawaban yang dikehendaki.
Disamping informasi verbal,sisw juga dituntut untuk mampu memunculkan ide-ide setiap menghadapi sustu masalah,dalam hal ini masuk dalam kategori keterampilan intelek,didalam menghadapi suatupermasalahan tersebut,siswa-siswa harus mampu memunculkan ide juga harus disertai dengan cara berfikir yang jernih.siswa-siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 sudah mampu memunculkan ide-ide namun daalm cara berfikir jernih masih perlu adanya perbaika.hal ini disebabkan karena usia siswa yang belum dewasa sehingga cara berfikirnya belum masuk permasalahan yang dibahas secara sempurna dan bahkan kadang-kadang belum bisa serius.
Hal tersebut dapat dilihat pada saat guru menerabgakan dengan cara ceramah bervaruasi,siswa-siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 sering melontarkan pendapatnya dengan spontan dan kadang-kadang lontaranpendapat tersebut tidak masuk akal,bahkan menjadi tertawaan dari teman-taman.sebabian besar kelas IV mulai dai kelas IVA dan IVB yang mau atau mampu mengeluarkan atau ide-idenya hanya siswa-siswa terytentu saja.jadi hal ini keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat belum secara menyeluruh.
Keterampilan kognitif siswa yang berupa kemampuan memahami/mendalami dan mengingat setiap materi palajaran kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 dapat dikatakan cukup bagus dilihat dari nilai ulangan harian,namun masih ada sebagian siswa yang mendapat nilai dibawah 7.keterampilan kognitif disamping berasal dari diri siswa yang selalu rajin dan tekun juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat IQ siswa.
Keterampilan kognitif siswa juga masih ada hubungannya dengan keterampailan motorik,dalam keterampilan motorik berkaitan dengan kecepatan cara berfikir dalam menghadapi setiap pertanyaan yang diberikan oleh guru.pada siswa kelas IV sampai IVB SDN Waru 05 tingkat keterampilan motorik cukup bagus,dilihat dari kecepatan cara berfikir siswa pada saat mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru.
sikapa merupkan indikator yang tak kalah pentingnya dalam penilaian hasil belajar,sikap yang baik mencerminkan hasil belajr yang baik pula,karena didalam proses belajar-mengajar yang berhasil akan mempengaruhi perubahan sikap belajar siswa.seberapa besarnya hasil yang dicapai siswa,sebesar itupula perubahan sikap yang mampu dilakukannya.sikap yang telah dimilii oleh siswa kelas IVA dan IB SDN Waru 05sudah bagus dengandilihat suatu keinginan untuk selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan hasil belajar yang telah diperolehnya pada waktu lalu.

41

4.2.2 Motivasi Belajar

Dalam kerangaka berfikir pendidikan formal,motivasi belajar menjadi salah satu faktor penyebab keberhsilan suatu program pendidikan.dengan tindakan tentang persiapan mengajajr,pelaksanaan belajar mengajar,maka guru menguatkan motivasi belajar siswa.sebaliknya,dilihat dari segi emansipasi kemandirian siswa,motivasi belajar semakin meningkat pada saat tercapainya hasil belajar.motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan,siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar yang tinggi pula.
Mengingat pentingnya motivasi terhadap peningkatan belajar siswa maka guru hendaknya membangkitkan motivasi belajar siswa karena tanpa motivasi belajar,hasil belajar yang dicapai akan minimum sekali.motivasi belajar pada siswa akan menjadi lemah,lemah atau tidaknya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan,sehingga mutu hasil belajar akan menjadi lemah.
Berdasarkan hasil deskriptif dari segi cita-cita /aspirasi tampak sebagian besar kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 mempunyai harapan yang tinggi untuk mewujudkan cita-citanya yaitu dapat naik kekelas V dan mampu memperoleh hasil belajar yang baik.
Disamping itu dukungan kondisi lingkungan kelas yang nyaman yang ditandai dengan kondisi kelas yang ditata rapih,bersih sehingga nyaman untuk belajar.semua warga sekolah diberi tanggung jawabuntuk menjaga kondisi kelas agar selalu rapih dan bersih,dalam kelas SDN Waru 05 ini juga disediakan fasilita-fasilitas belajar sehingga
42
dapat membantu proses belajar mengajar siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05,namun fasilitas yang ada terbatas,misalnya alat peraga yang tidak semua siswa bisa menggunakannya secara bersama-sama.
Dilihat dari keunggulan sekolah dalam hal peningkatan motivasi belajar dapat ditunjukkan dalam hal penyediaan sarana prasarana belajar dan kesungguhan guru untuk membelajarkan siswa melalui pemberian tugas baik saat pembelajaran berlangsung maupun saat akhir pelajaran.

4.2.3 pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar

motivasi sebagai faktor utama dalam belajar yakni berfungsi menimbulkan,mendasari,dan menggerakan perbuatan belajar.menurut hasil penelitian melalui observasi langsung,bahwa kebanyakan siswa yang besar motivasinya akan giat berusaha,tampak gagah,tidak mau menyerah,serta giat membaca untuk meningkatkan hasil belajar serta memecahkan masalah yang dihadapinya.sebaliknya mereka yang memiliki motivasi rendah,tampak acuh tak acuh,mudah putus asa,perhatiannya tidak tertuju pada pembelajaran yang akibatnya siswa akan mengalami kesulitan belajar.motivasi menggerakan individu,mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan idividu.mempelajari motivasi maka akan ditemukan mengaapa individu berbuat sesuatu karaena motivasi individu yidak dapat diamati secara langsung,sedangkan yang dapat diamati adalah manifestasi dari motivasi itu dalam bentuk tingkah laku yang nampak pada individu setidaknya akan
43
menjadi mendekati kebenaran apa yang menjadi motivasi individu bersangkutan.
Mengingat pentingnya motivasi dalam hal peningkatan hasil belajar maka banyak yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi dalam belajar,di SDN Waru 05,guru salalu ingat betapa pentingnya memberikan alasan-alasankepada siswa mengapa siswa-siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk berprestasi dengan sebaik-baiknya.guru di SDN Waru 05 juga sering menjelaskan kepada siswa-siswanya tentang apa yang diharapakan dari mereka selama dan sesudah proses belajar berlangsung.seorang guru juga mengusahakan agar siswa-siswanya mengetahui tentang jangka pendek dan jangka panjang dari pelajaran yang sedang diikutinya dengan adanya memberikan pengetahuan secara umum dari penerapan pelajaran tersebut.
Di SDN Waru 05 juga tersedia fasilita-fasilitas yang memadai,misalnya tentang fasilitas perpustakaan,media-madia pembelajaran,dan alat peraga yang memadai.dari fasilitas-fasilitas tersebutlah siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 termotivasi untuk belajar lebih giat untuk selalu meningkatkan hasil belajarnya.namun fasilitas-fasilitas tersebut kurang memadai.
Dari adanya hasil belajar dari siswa-siswanyalah yang merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran di SDN Waru 05,karena berhasilnya tujuan pembelajaran merupakan tujuan dari pendidikan di SDN Waru 05.

44
BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya,maka dapat diambil suatui simpulan sebagai berikut:
1.Motivasi belajar kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 Kecamatan Parung yang terdiri dari cita-cita/aspirasi,kemampuan siswa,kondisi jasmani dan rohani siswa,kondisi lingkunagn kelas,unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya guru dalam membelajarkan siswa sedangkan hasil belajar siswa meliputi informasi verbal,keterampilan intelek,strategi kognitif,keterampilan motorik dan sikap.
2.Secara nyata motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 KEcamatan Parung,terbukti dengan adanya pengambialan data dengan cara observasi,dokumentasi,angket yang kemudian diolah dengan cara simultan.
3.Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 sebesar 29,766 sedangkan sisanya sebesar 70,234 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain,faktor-faktor tersebut tidak dapat diteliti oleh peneliti karena keterbatasan waktu,kemampuan dan dana,sehingga peneliti memberikan kesempatan kepada peneliti-peneliti lain untuk menelitinya.

45
5.2. Saran

Saran yang dapat diajuakan berdasarkan simpulan diatas adalah sebagai berikut:
1.Dengan adanya fasilitas yang terbatas dan pentingnya hal tersebut maka diharapakan penamabahan fasilitas terutama peralatan laboratorium.
2.Siswa hendaknya meningkatkan kesadaran dan ushanya dalam rangka memperoleh informasi non formal sehingga pengetahuan medreka dapat lebih bertambah wawasannya,seperti mencario informasi lewat internet,membaca koran/buku selain buku referensi.
3.Diharapkan siswa untuk melatih dirinya untuk berani tampil dalam rangka mengungkapkan pendapatnya dimuka umum.

46
DARFTAR PUSTAKA

Ali,Mohammad.1998.Penelitian Kependidikan Prosedur Dan Strategi.Bandung:Angkasa.
Arikunto,Suharsimi.1998.Prosedur Penelitian.Jakarta:Rieneka Cipta.
Arikunto,Suharsimi.2002.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Rieneka Cipta.
Dimyati dan Mudjiono,1994.Belajar Dan Pembelajara.Jakarta:Depdikbud.
Djamarah,Syaiful Bahri.Drs.2002.Psikologi Belajar.Jakarta:PT Rieneka Cipta.
Hamalik,Oemar.2003.Prosedur Beljar Mengajar.Jakarta Bumi Aksara.
Nashar.Drs.2004.Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam kegiatan pembelajaran.Jakarta:Delia press.
Sardiman,A.M.2000.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta Grafindo Persada.
Sugiyono.2001.Statistik Untuk Penelitian.Bandung:Alfabeta.
Sudjana.2002.Metode Statistik.Bandung:Tarsito.
Sudjana,Nana.1996.Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung:Sinar Baru.
http://www.unnese.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/doc.pdf
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php

47
“Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa
SD Negeri Waru 05 Kecamatan Parung”

Angket Penelitian

Nama:

Kelas:

Petunjuk Pengisian
Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang pada a,b,c atau d!

Motivasi Belajar

A.Cita-cita

1.Apakah kamu sangat senang selama belajar di SDN Waru 05?
a.Sangat senang b.senang c.cukup senang d.Tidak senang
2.Bagaimana keinginan kamu untuk meraih hasil belajar terbaik di SDN Waru 05?
a.sangat tinggi b. tinggi c.cukup tinggi d.Rendah
3.Apakah kamu yakin bahwa selama belajar di SDN Waru 05 bisa meraih prestasi yang baik?
a.Sangat yakin b.Yakin c.Cukup yakin d.Tidak yakin

B.Kemampuan Belajar

4.Apakah kamu mengalami kesulitan belajar di SDN Waru 05 ini?
a.Tidak pernah mengalami kesulitan c.Sering mengalami kesulitan
b. Kadang-kadang mengalami kesulitan d.Selalu mengaklami kesulitan
5.Apakah kamu selalu menjawab pertanyaan dengan benar?
a.Selalu benar b.Benar c.Kadang-kadang benar d.selalu salah
6.Apakah kamu selalu siap dalam menerima pelajaran?
a.Selalu siap menerima materi pelajaran
b.Kadang-kadang siap menerima materi pelajaran
c.Jarang siap Menerima materi pelajaran
d.Tidak pernah siap menerima materi pelajaran

c.Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa

7.Apakah kamu selalu menyempatkan sarapan pagi sebagai penambah stamina agar dalam proses belajar mengajar menjadi lancar?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.TIdak pernah
8.Untuk mengejar ketertinggalan selama tidak masuk sekolah karena sakit,apakah kamu selalu meminjam catatan kepada teman mengenai materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru?
a.Selalu b.sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
9.Apakah kamu selalu mengikuti mata pelajaran dengan kondisi yang terpaksa?
a.Tidak pernah b.Kadang-kadang c.Pernah d.Sering

D.Kondisi Lingkungan kelas

10Apakah cuaca yang panas sering mengganggu proses pembelajaran didalam kelas?
a.Sering mengganggu c.aksdang-kadang mengganggu
b.Mengganggu d.Tidak pernah mengganggu
11.Apakah kondisi kelas kamu selalu nyaman digunakandalam proses pembelajara?
a.Selalu nyaman c.Kadang-kadang nyaman
b.Sering nyaman d.Tidak nyaman
12.Apakah dikelas kamu banyak dipasang semboyan-semboyan yang dapat memotivasi kamu dalam belajar?
a.Banyak b.Cukup banyak. c.Jarang d.Tidak ada
13.Apakah kamu sering terganggu dengan kegaduhan teman didalam kelas pada saat proses belajar mengajar?
a.Sering tergangu c.Kadang-kadang terganggu
b.Terganggu d.Tidak pernah terganggu

E.Unsur-unsur Dinamis Dalam Belajar

14.Apakah guru-guru kamu selalu memotivasi sehingga memberi rasa percaya diri?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
15.Apakah orang tua kamu selalu memberikan kesempatan untuk mengaktualisasi diri dalam beajar?
a.Selalu b. Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
16.Dengan mengikuti exstrakurikuler disekolah,apakah kegiatan itu sangat mempengaruhi belajar kamu?
a.Sangat mempengruhi c.Kurang mempengaruhi
b.Mempengaruhi d.Tidak mempengaruhi

F.Upaya Guru Membelajarkan Siswa

17.Apakah kamu merasa jelas dengan metodepembeljaran yang diajarkan oleh gurumu?
a.Sangat jelkas b.Jelas c.Cukup jelas d.Tidak jelas
18.Apakah guru kamu selalu memberikan tugas rumah?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
19.Apakah guru kamu selalu memberikan motivasi belajar disela-sela proses pembelajaran?
a.Selalu memberiakan motivasi c.kadang-kadang memberikan motivasi
b.Memberikan motivasi d.Tidak pernah m,emberikanmotivasi
20.Apakah kamu selalu mempergunakan kesempatan untuk bertanya kepada guru?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

Hasil Belajar

A.Informasi Verbal
21.Apakah kamu selalu mengungkapkan pendapat dengan baik?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
22.Apakah kamu selalu mampu menerima semua informasi dari guru?
a.Sealalu mampu b.Mampu c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

B.Keterampilan Intelek

23.Apakah kamu selalu berfikir jernih setiap menghadapi permasalahan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
24.Apakah kamu selalu mendapatkan ide setelah mendapatkan materi baru?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

C.Strategi Kognitif

25.Apkah kamu selalu bisa memahami setiap materi yang telah dipelajari?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
26.Apakah kamu selalu ingat tentang materi pelajaran yang telah diajarkan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

D.Keterampilan Motorik

27.Apakah kamu selalu cepat dalam menjawab pertanyaan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
28.Apakah kamu selalu melakukannya dengan reflek apabila guru menyuruh mengerjakan tugas dipapan tulis?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

E.Sikap

29.Jika nilai kamu jelek,apakah kamu selalu ingin memperbaikinya?
a.Selalau b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
30.Apakah kamu selalu merayakan setiap mendapat nilai yang bagus?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

Kepada
Yth Kepala Sekolah
SD Negeri Waru 05

Dengan hormat
Sehubungan dengan diadakannya penelitian dengan judul”Pengaruh Motvasi Belajar terhadap hasil belajar Siswa kelas IV di SDN Waru 05 Kecamatan Parung”maka peneliti bermaksud mengumpulkan data untuk menyelesaikan penelitian.
Bersamaan dengan ini,peneliti memohon bantuan dari ibu kepala sekolah SDN Waru 05 agar membagikan peneliti untu membagikan angket kepada siswa kelas IV.pengisian angket ini tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.
Demikian permohonana peneliti,atas bantuan dan partisipasi yang anada berikan peneliti ucapakan terima kasih.

Hormat kami,

Peneliti

Posted in Uncategorized | Leave a comment

”PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN WARU 05 KECAMATAN PARUNG”

Disusun oleh:

JAELANI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA(UHAMKA)
JAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Penelitian Karya Ilmiah

1. Judul penelitian:”Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung”
2. Nama penyusun:jaelani
3. Lama penelitian: tiga minggu

Menyetujui Bogor, Mei 2011
Kepala Sekolah SDN Waru 05

Dra. Hj. N. Nuryati.S.Pd.I
i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Swt,karena berkat rahmat,dan hidayah serta inayah jualah,penulis dapat menyelesiakan karya ilmiah denagn judul “Pengaruh motivasi hasil belajar siswakelas IV SDN waru 05 kecamatan parung.
Karya ilmiah ini merupakan salah satu tugas yang harus di penuhi oleh mahasiswa program studi S-1 PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA(UHAMKA).Jakarta.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyakn kekurangan,baik dari segi isi maupuntekhnik penyusunannya.oleh karwna itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan demi penyusuna karya ilmiah dimasa yang akan datang.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala sekolah SDN waru 05 yang telah membimbing dan memberikan izin untuk melakukan penelitian disekolah yang dipimpinnya.
2. Pengelola Universitas Muhammadiyah PROF.DR.HAMKA (UHAMKA) UPBJJ-Bogor.
3. Semua pihak yang telah memberi dukungan,baik secara moril maupun materil,sehingga karya ilmiah ini dapat terwujud.
Karya ilmiah ini dengan segala keterbatasan didalamnya,dipersembahkan kepada dunia pendidikan,semoga memberi manfaat untuk pembangunan sumber daya manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Bogor,Mei 2011

Penulis
ii
ABSTRSAK

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil belajar

Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar seseorang yang memiliki motivasi kecenderunagan untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk menghasilkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan hasil belajr yang diharapkan.semakin tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan mendorong siswa siswa belajar lebih giat lagi dan frekuensi belajarnya menjadi semakin meningkat.akan tetapi,kuat dan lemahnya motivasi seseorang berbeda,hal itu dipengaruhi oleh faktor cita-cita atau aspirasi,kemampuan belajar,kondisi siswa,kondisi lingkungan sekolah,unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya gurudalam membeelajarkan siswa.namun,kebenaran ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah:ada tidaknya pengaruh motivasi belajr terhadap hasil belajar siswa dan seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perngaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Waru 05 tahun ajaran 2010-2011 sebanyak 60 siswa.pengambilan sampel melalui rumus solvin sebanyak 44 siswa yang diambil secara proporsional random sampling.ada 2 variabel yang dikaji dalam penelitia ini,yaitu motivasi belajar sebagai variabel bebas dengan indikator cita-cita/aspirasi,kemampuan siswa,kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan kelas,unsur dinamis belajar dan upaya guru membelajarkan siswa.kemudian hasil belajar sebagai variabel terikat dengan indikator informasi verbal,keterampilan kognitif,keterampilan intelek,keterampilan motorik dan sikap.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket(kuesioner),dokumentasi dan observasi.data yang dikumpulkan dianalisis dengan tekhnik deskriftif presentase dan analisis linier sederhana.

iii
Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung dalam kategori cukup.hasil belajr siswa kurang memuaskan terlighat dari adanya hasil analisis angket yang disebar masih banyak indikator yang menyataksn hasil belajr cukup dan juga diperkuatdari adanya daftar nilai-nilai yng masih ada nilai dibawah angka 7 untuk semua mata pelajaran.
Besarnya motivasi belajar yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung ini sebesar 29,766% sedangkan 71,34 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti dikarenakan keterbatasan dana,waktu serta kemampuan.
berdasarkan hasil penelitian diatas,dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung.Adapun saran yang dapat penulis berikan antara lain diharapkan sekolah menambah jumlah fasilitas, terutama peralatan laboratorium,siswa hendaknya meningkatkan kesadaran dan usahanya dalam rangka memperoleh informasi non formal,dan diharapkan siswa selalu melatih dirinya untuk berani tampil dalam mengungkapkan pendapatnya didepan umum.

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
PENGESAHAN……………………………………………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………….ii
ABSTRAK………………………………………………………………………………………………………….iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………….iv
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………….1
1.1 Latar belakang …………………………………………………………………………………..1
1.2 Permasalahan ……………………………………………………………………………………2
1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………3
1.4 Manfaat Penelitian……………………………………………………………………………….4
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………………………………..5
2.1 Kerangka teoritis………………………………………………………………………………….5
2.1.1 Tinjauan tentang belajar……………………………………………………………5
2.1.1.1 Pengertian Belajar……………………………………………………….5
2.1.1.2 Unsur-unsur dalam belajar……………………………………………5
2.1.1.3 Faktor-Faktor dalam belajar………………………………………….6
2.1.1.4 Strategi belajar yang aktif……………………………………………..6
2.1.2 Tinjauan tentang motivasi belajar……………………………………………….7
2.1.2.1 Pengertian motivasi belajar………………………………………….7

v
2.1.2.2 Fungsi motivasi belajar ……………………………………….8
2.1.2.3 Strategi motivasi belajar……………………………………….9
2.1.3 Tinjauan tentang hasil belajar …………………………………………10
2.1.3.1 Pengertian hasil belajar …………………………………….. 11
2.1.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar …………. 12
2.1.3.3 Tujuan pembelajaran ……………………………………..… 13
2.1.3.4 Evaluasi hasil belajar ……………………………………….. 14
2.2 Kerangka berfikir ………………………………………………………… 14
2.3 Hipotesis ………………………………………………………………….. 15
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………………………… 16
3.1 Populasi sampel penelitian …………………………………………….. 16
3.1.1 Populasi penelitian ……………………………………………. 16
3.1.2 Sampel penelitian ……………………………………………… 17
3.2 Variabel penelitian ………………………………………………………. 18
3.3 Tekhnik pengumpulan data ………………………………………………19
` 3.3.1 Metode angket ataub kuesioner ……………………………… 19
3.3.2 Metode Dokumentasi …………………………………………. 19
3.3.3 Metode Observasi …………………………………………..… 19
3.4 Vasliditas dan reliabilitas ………………………………………………. 19
3.4.1 Validitas ………………………………………………………… 19
3.4.2 Reliabilitas ……………………………………………………… 20

vi
3.5. Tekhnik analisis data …………………………………………………… 21
3.5.1 Analisis hasil penelitian ……………………………………….. 21
3.5.1.1 Analisis distriftip presentase …………………..…… 21
3.5.1.2.Pengujian hipotesis penelitian …………………….. 22
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………………………………… 23
4.1.Penelitian ………………………………………………………………… 23
4.1.1. Tahap persiapan ……………………………………………… 23
4.1.2. Hasil perhitungan dan pengujian hipotesis ………………. 24
4.1.2.1. Deskripsi Variabel ………………………………..… 24
4.2. Pembahasan ……………………………………………………………. 32
4.2.1. Hasil Belajar …………………………………………………… 32
4.2.2. Motivasi belajar ……………………………………………..… 34
4.2.3. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar ………… 35
BAB V PENUTUP ……………………………………………………………………………. 37
5.1. Kesimpulan ……………………………………………………………… 37
5.2. Saran …………………………………………………………………….. 38
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. 39
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dalam motivasi belajar terkandung adanya cita-cita atau aspirasi siswa,ini dihara[pkan siswa mendapat motivasi belajar sehingga mengerti dengan apa yang menjadi tujuan dalam belajar,disamping itu keadaan siswa yang baik dalam belajar akan menyebabkan siswa tersebut semangat dalam belajar dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik,kebalikannya siswa yang sedang sakit,ia tidak mempunyai gairah dalam belajar(mudjiono,2002:98).
Menurut biggs & tefler dalam dimyanti dan mudjiono (1994) motivasi belajr siswa dapat menjadi lemah,lemahnya motivasi atau tiadanya motivassi belajar akan melemahkan kegiatan,sehingga mutu hasil belajar menjadi rendah.oleh karena itu,motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus.dengan tujuan agar siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat,sehingga hasi belajar yang diraihnya dapat optimal.
Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa-siswi dalam setiap kegiatan pembelajaransangat berperan untuk meningkatka hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu(Nashar,2004:11).siswa-siswi tersebut akan mememahami apa yang dipelajaridan dikuasai serta tersimpan daklam jangka waktu yang lama.siswa menghargai apa yang telah dipelajari sehingga merasakan kegunaannya didalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah masyarakat.
Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi pula,artinya semakin tinggi motivasinya semakin intensitas
1
usaha dan upaya yang dilakukan,maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya.siswa melakukan usaha atau upaya untuk meningkatkan keberhasilan dalam belajar sehingga mencapai keberhasilan yang cukup memuasakan sebagaimana yang diharapkan.disamping itu motivasi juga menopang upaya-upaya dan menjaga agar proses belajar siswa tetap jalan.hal ini dijadikan siswa gigih dalam belejar.
apabila motif atau motivasi belajar muncul setiap kali belaja,besar kemungkinan hasil belajarnya meningka(Nashar:2004:5).bnyak bakat siswa tidak berkembang karena tidak memiliki motip yang sesuai dengan bakatnya itu apabila siswa itu memperoleh motipsesuaio bakt yang dimilikanya itu,maka lepaslah tenaga yang diluar biasa sehingga tercapai hasil-hasil belajar yang semula tidak terduga.
Sekolah dasar negeri waru 05 kecamatan parung kelas IV terdapat 2 kelas,yang masing-masing kelas berjumlah 30 siswa.menurut pengamatan dilapangan dan informasi dari guru kelas masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar,terlihat dari adanya siswa -siswa yang enggan belajar dan tidak bersemangat dalam menerima pelajaran dikelas,siswa pun yang belum aktif dalam mengerjakan soal latihan yang diberikan,sehingga hasil belajarnya pun menjadi kurang memuaskan karena masih banyak nilai dibawah standar kelulusanyakni dibawah 7 (daftar nilai raport semester 1tahun ajaran 2010-2011) padahal selama ini sudah ada fasilitas-fasailitas sekolah yang diberikan untuk mendukung sarana prasarana demi kelancaran dalam proses pembelajaran.hal itulash yang menjadi permasalahan peneliti,sehingga penelitiingin mengetahui lebih jauh tentang pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
2
Berdasarkan pertimbanan pemikiran diatas maka peneliti mengambil judul”PENGARUH MOTIVASI BELAJR TERHADAP HASIL BELAJR SISWA KELAS IV SDN WARU 05 KECAMATAN PARUNG.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan uraian diatas,maka dikemukakan permasalahan sebagai berikut:
1.2.1 Adakah pengaruh motivassi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
1.2.2 Seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.
1.3.Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas,maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.3.1 Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajr siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan parung.
1.3.2 Untuk mengetahui besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan parung.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yng diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.4.1 Manfaat Teoritis
a. Dapat menambah ilmu pengetahuansecara praktis sebagi hasil dari pengamatan

3
langsung serta dapat memahami penerapan disiplin ilmu yang diperoleh selam studi diperguruan tinggi khususnya bidang ilmu kependidikan.
b.Dengan penelitia ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan secara umum dan khususnya ikmu kependidikan.
1.4.2 Manfaat praktis
a.Penelitia ini dapat bergunasebagi masukan bagi guru SDN Waru 05 keca,matan parung untuk meningkatkan hasil belajar siswanya.
b.Memberikan sumbangan pemikiran dan perbaikan dalam penanganan
masalah ,otivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dimasa yang akan datang.

4
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Tinjauan Tentang belajar

2.1.1.1 Pengertian belajar

Menrut Wingkel dalam Darsono (2004:4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi dalam lingkunagan,yang menghasilakan perubahan dalam pengetahuan pemahaman,keterampilan,dan nilai sikap.
Djmarah (2002:13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interakasi dengan lingkungannya menyangkut kognitif,afektif dan psikomotorik.
Slameto dalam DJamarah (2002:13) merumuskan juga tentang pengertian belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil individu sendiri dalam interasksi dengan lingkungan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri manusia yang tampak dalam perubahan tingkah laku seperti kebiasaan,pengetahuan,sikap,keterampilan,dan daya pikir.

5
2.1.1.2 Unsur-unsur dalam belajar
Menurut Gagne dalam Catharina Tri Ani (2006:4) unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga menghasilkan perubahan prilaku yakni:
a. Pembelajar
Pembelajar dapat berupa peserta didik,pembelajar,warga belajar,dan peserta pelatihan.pembelajar memiliki organ penginderaan yang digunakan untuk menangakap rangsangan otak yang digunakan untuk menstransformasikan hasil penginderaannya kedalam memori yang kompleks dan syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilakan kinerja yang menunjukan apa yang telah dipelajari.

b. Rangsangan/stimulus
Peristiwa yang merangsang penfginderaan pembelajar disebut situasi stimulus.contoh dari stimulus tersebut adalah suara,sinar,warna,panas,dingin,tanaman,gedung,dan orang.agar pembelajar mampu belajar optimal maka harus mempokuskan pada stimulus tertentu yang diminati
.
c.Memori
Memori pembelajar berisi berbagi kemampuan yang berupa pengetahuan,keterampilan,dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.
d.Respon

6
Respon merupakan tindakan yang dihasilakan dari aktualisasi memori.pembelajar yang sedang stimulus maka memori yang ada didsalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut.

2.1.11.3 Faktor-faktor stimulus belajar
Menurut Wasti Soemanto (2003:113) dalam belajar banyak sekali faktor yang mempengaruhi belajar namun dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi belajr,hanya dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu:
a.Faktor-faktor stimulus belajar
Stimuluis belajar adalah segala hal diluar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau pembuatan belajr,misalnya panjangnya bahan pelajaran,kesulitan bahan pelajaran,berartinya bahan pelajaran,berat ringannya tugas,suasana lingkungan eksternal.
b.Faktor-faktor metode belajar
Metode mengajar yang dip[akai oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh sipelajar maka metode yang dipakai oleh guru menimbulkanperbedaan yang berartibagi proses belajar,misalkan kegiatan berlatih atau praktek,menghapal atu mengingat,pengenalan tentang hasil-hasil belajar,bimbingan dalam belajr.c.Faktor-faktor individual
Faktor-faktor individual juga sangat besar pengaruhnya dalam belajar seseorang,misalnya tentang kematangan individu,usia,perbedaan jenis kelamin,pengalaman sebelumnya,motivasi,kondisi kesehatan.
7

2.1.1.4 Strategi be;lajar yang efektif
Solvin dalam catharina Tri Ani (2006:65) menyarankan tiga strategi belajar yang dapat digunakan untuk belajar yang efektif,yaitu:

a. Membuat catatan

Strategi yang paling banyak digunakan pada waktu belajardari bacaan maupun dari m,endengarkan ceramah adalah mencatat,strategi ini akanmenjadi efektif untuk materi belajar tertentu karena mempersyaratkan pengolahan mental untuk memperoleh gagasan uatama tenatang materi yang telah dipelajari dan pembuatan keputussan tentang gagasan-gagasanapa yang baru ditulis
.
b.Belajar kelompok

belajar kelompok ini memungkinkan siswa membahas materi yang telah dibaca atau didengar dikelas.belajar kelompok lebih baik dibandingkan belajar sendiri-sendiri karena belajar kelompok posisis penyaji dan pendengar ini dapat dilakukan secara bergantian sehingga seluruh individu dalam kelompok memiliki pemahaman yang sama terhadap materi yang dipelajari.

8

c. Menggunakan metode PQR4(preview,Question,Read,Reflec,Recite dan Review).
Strategi belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari.prosedur yang digunakan dalam metode ini adalah mensurvey atau membaca engan cepat materi yang dibaca,membuat pertanyaan untuk diri sendiri,membaca materi,memahami dan membuat kebermeknaan informasi yang disajikan,praktek mengingat informasi,bertanya secara aktif atas materi yang dipelajari.
2.1.2 Tinjauan tentang motivasi belajar

2.1.2.1 Pengertian motivasi belajar

Pada dasarnya motivasi adalah usaha yang didasari untuk mengerahkan dan menjaga tingkah seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesustu sehingga mencaapai hasil atau tujuan tertentu.
Motivasi belajar adalah suatu perubaan tenaga didalam diri seseorang (pribadi)yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Frederick j.Mc.Donald dalam H Nashar,2004:39).Tetapi menurut Clayton Aldelfer dalam H Nashar (20004:42) motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalammelakuka kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi hasil belajar sebaik mungkin.
9
Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum,sehingga mampu berbuat yang lebih baik,berprestasi dan kreatif (Abraham Maslow alamH Nashar,2004:42) motivasi belajr adalah suatu dorongan intrenal dan eksternal yang menyebabkan seseorang atau individu untuk bertindak atau mencapai tujuan,sehingga perubahan tingkah laku pada diri siswa diharapkan terjadi.
jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar secara sungguh-sungguh,yang pada gilirannya akan terbentukcara belajar siswa yang sistematis,penuh konsentrasi dandapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya.

2.1.2.2 Fungsi motivasi belajar

Menurut Sudirakan (2008:83) fungsi motivasi belajr ada tiga yakni sebagai berikut:

a. Mendorong manusia untuk berbuat
Sebagai penggerak atau motor yang melpaskan energi.motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

b. Menentukana cara perbuatan
Yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.dengan demikian motivasi dapat memberiakan arah dan kegiatan yang harus dikerjakanm sesuai denagnrumusan tujuannya.
10
c. Menyeleksi perbuatan
Yakni menentukan perbuata-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujauan,denagan menyisihkanperbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
Hamlick (2003:161:) juga mengemukakan tiga fungsi motivasi,yaitu:
a.Mendorong timbulnya kelakuan atau sesuatu perbuatan
Tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar
b.Motivasi berfungsi sebagai pengarah
Artinya menggerakan perbuetan kearah pencapaian tujuan yang diinginkan.
c.Motivasi berfungsi penggerak
Motivasi ini berfungsi sebagi mesin,besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan atau perbuatan.
jadi fungsi motivasi secara umum adalah sebagai penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2.1.2.3 Strastegi motivasi belajar
Menurut Catharina Tri Ani (2006:186-187) ada beberaa strategi motivasi dalam belajar antaa lain sebagai berikut:

1.Membangkitkan minat belajar
Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sanat penting dan karena itu
11
tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka.cara lain yang dapat diberikan adalah memberikanpilihan kepada siswa tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari

2.Mendorong rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan pembelajaran.metode pembelajaran studi kasus,diskoveri inkuiri,diskusi,curah pendapt,dansejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.

3.Menggunakan variasi metodepenyajian yang menarik
Motivasi untuk belajr sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik dan juga penggunaan variasi metode penyajian.

4.Membantu siswa dalam merumuskan tujuan belajar
Prinsip yang mendasdar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskanatau ditetapkan oleh dirinya sendiri dan bukan dirumuskan atau ditetapkanoleh ofrang lain.

2.1.3Tinjauan tentang hasil belajar

2.13.1 Pengertian hasil belajar
12

Menurut Catharina Tri Ani (2002:4) hasil belajar merupakan perubahan prilaku yang diperoleh pembelajaran setelah menalami proses belajar.hasil belajar juga merupakan kemapuan yang diperoleh siswa setelah melakukan egiatan belajar (H Nashar,2004:77).Hasil belajar adalah terjadinya perubahan dari hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil dan masukan dari lingkungan baeruopa rancangan dan pengelolaan motivasional tidak berpengaruh terhadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh siswa untuk mencapai tujuan belajar(keller dalam H Nashar,2004:77)Seseorang dapat dilakukan telah belajar sesuatuapabial dalam dirinya telah terjadi perubahan,akan tetapitidak semua perubahan yang terjadi.jadi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan dan hasil belajar sebagai produk dari proses belajar,maka didapatkan hasil belajar.

2.1.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Dalyono (1997:55-60) berhasil tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan oleh dua faktor,yaitu:

a.Faktor intern(yang bersal dari dalam diri orang yang belajar)
1. Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar,seseorang yang tidak selalu sehat,sakit kepala,demam,pilek batuk dan
13
sebagainya dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar.demikian juga halnya
jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik.
2.Intelegensi dan bakat
Kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap kemamuan belajar.seseorang yang mempunyai intelegesi yang baik (IQ-nya tinggi)umumnta mudah belajar dan hasilny pun cenderungbaik.bakat juga besar pengaruhnya dalam menentukan keberhasilan belajar.jika seseorang mempunyai intelegensi yang tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari,maka proses belajar akan lebih mudah dibandingkan orang yang hanya mempunyai integensi tinggi saja atau bakat saja.
3.Minat dan motivasi
Minat dapat timbul karena adanya daya tarik dari luar dan juga datang dari sanubari,timbulnya minatbelajar disebabkan beberapa hal,antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikan martabat atau ingin memperoleh pekerjaan yang baik serat ingin hidupa senang atau bahagia,begitupual seseorang yang belajar dengan motivasi yang kuat,akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh,penuh gairah dan semamgat.motivasi adalah penggerak atau pendorong.
4.Cara belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya,belajar tanpa memperhatikan tekhnik dan faktor fisiologis,psikologis,dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang.
b.Faktor eksternal(yang berasal dari orang yang belajar)
1.Keluarga
14
Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar,misalnya tinggi rendahnya pendidikan,besar kecilnya perhatian dan penghasilan.
2.Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar cukup berpengaruh tingkat keberhasilan anak.kualitas guru,metode mengajarnya,kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak,keadaan fasilitas atau perlengkaopan disekolah dan sebaginya,semua ini akan mempengaruhi kegiatan belajar.
2.1.3.3 Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan diskripsi tentang perubahan prilaku yang diinginkan atau deskripsi produk yang menunjukan bahwa belajar telah terjadi.
Gagne dan briggs dalam Nashar mengklasifikasikanhasil belajar menjadi 5,yaitu:

a.Keterampilan intelektual (intellectual skills)
Keterampilan intelek merupakan kemampuan yang membuat individu kompeten.kemampuan ini bertentengan dari kemahiran bahasa sederhana seperti menyusun kalimat sampai pada kemahiran teknis maju,seperti teknologi rekayasa dan kegiatan ilmiah.keteram,pilan itu misalnyamenemukan kekuatan jembatan atau memprediksi inflasi mata uang.

b.Strategi kognitif (cognitive strateggis)

15
Strategis kognitif merupakan kemmampuan yang mengatur prilaku belajr,mengiongat dan berfikir seseorang.misalnya kemampuan mengendalikan prilaku ketika membacayang dimaksudkanuntuk belajar dan metode internal yang digunakan untuk memperoleh inti masalah.kemampuan yang berada dalam strategi kognitifini digunakan oleh pembelajar dalam memecahkanmasalah secara kreatif.

c.Informasi verbal (verbac information)
Informasi verbal merupakan kemampuan yang diperoleh pembelajar dalam bentuk informasi atau pengetahuan verbal.pembelajaran umumnya telah memiliki memori yang amumnya telah digunakan dalam bentuk informasi,seperti nama bulan,hari,minggu,bilangan,huruf,kota,naegara,dan sebagainya.informasi verbal yamng dipelajari disituasi pembelajaran diharapkan dapat diingat kembali setelah pembelajar menyelesaikan kegiatan pembelajar.

d.Keterampilan motorik (Motor skills)
Keterampilan motorik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kelenturan syaraf dan otot,pembelajar naik sepeda,menyetir mobil,menulis halus merupakan beberapa contoh yang menunjukan keterampialn motorik.dalam kenyataannya,pendidikan disekolah lebih benyak menekankan pada fungsi intelektual dan seringkali mengabaikan keterampilan motorik,kecuali untuk sekolah teknik.

16
e.Sikap (Attitudes)
Sikap merupakan kecendrungan pembelajaran untuk memilih sesuatu,setiap pembelajar memiliki siakapterhadap berbagai benda,orang an situasi.efek siakp ini dapat diamati dari reaksi pembelajar(positif atau negatif) terhadap benda,orang ataupun situasi yang sedang dihadapi.

2.1.3.4 Evaluasi hasil belajar
Secara rinci,fungsi evaluasi dalam pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
1.Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah melakukan kegiatan selama jangka waktu tertentu
2.Untuk mengetahui tingkat keberhasilan progaram pengajaran
3.Untuk keperluan bimbingan konseling
4.Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulumsekolah bersangkutan.
Salah satu tahap kegiatan evaluasi,baik yang berfungsi formatif maupun sumatif adalah tahap pengumpulan informasi melalui pengukuran.menurut Darsono (2000,110-111) pengumpulan informasi hasil belajar dapat ditempuh melalui dua cara yaitu:

a.Teknik Tes
Teknik tes biasanya dilakukan disekolah-sekolah dalam rangka mengakhiri tahun

17
ajaran atau semester.pada akhir tahun,sekolah mengadakan tes akhir tahun.menurut pola jawabannya tes dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:tes objektif,tes jawaban singkat,dan tes uraian.

b.Teknis Non Tes
Pengumpulan informasi atau pengukuran dalam evaluasi hasil belajar dapat juga dilakukan melalui observasi,wawancara dan angket.teknis non tes lebih banyak digunakan untuk mengungkap kemampuan psikomotorik dan hasil belajar efektif.

2.2.Kerangka Berfikir

Motivasi belajar memiliki peranan yang sangat menentukan dan mendorong siswa untuk belajar dengan penuh perhatian dan konsenterasi dalam menerima pelajaran,sehingga tercapai tujuan yang diharapkan oleh siswa yaitu hasil belajarnya yang ditunjukkan dengan prestasi belajar akan meningkat.jadi dalam hal ini motivasi belajar berpengaruh terhasdap hasil belajar.
Semakin tinggi motivasi belajar,maka hasil belajar yang dicapai akan semakin meningkat,sebaliknya,semakin rendah motivasi belajr maka hasil belajar yang dicapai akan semakin menurun.dari keterangan tersebut,maka dalam penelitian ini peneliti terdorong untuk meneliti pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan gambaran skema sebagai berikut:

18

Gambar 1 : Kerangka Berpikir

2.3.hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan sementara yang masih perlu diuji kebenarannya.adapun hipotesis yang diajukan adalah:
“adanya pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 Parung.

19
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Populasi Sampel Penelitian

3.1.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto,1998:115).Disamping itu juga dapat diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya dapat diduga.Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas IV yang ada pada sekolah dasar negeri Waru 05 Kecamatan Parung.
Tabel 1:jumlah populasi
No. Kelas Populasi
1 IV A 30
2 IV B 30
Jumlah 60

3.1.2 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto ,1998:117).Sedangkan Sutrisno Hadi(1998:221) Berpendapat bahwa sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random sampling(undian)karena setiap anggota populasi yang ada didalam sampling frame bersangkutan merupakan hak yang sama besar untuk dipilih menjadi anggota sampel(suharsini Arikunto,1997:111-114).Penentuan

20
sampel pada dasarnya tidak ada yang mutlak untuk menentukan beberapa persen sampel dari populasi yang akan diambil.untuk menentukkan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan rumus solvin sebagai berikut:

n= N

1+Ne2

Dimana: n =ukuran sampel
N =ukuran populasi
e =persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditaksir atau masih diinginkan.
Dari ketarangan diatas maka dapat diperoleh sebagai berikut:

N = 60 siswa
e = 10%

n = N

1+Ne

n = 60

1+60(0,1)2

n = ___60_____
1+0,60

n = 60
1,60

n = 37,5

Sampel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (x) dan variabel terkait (y).

21
3.2 Variabel penelitian

a. variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi terhadap suatu gejala.variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dengan indikator sebagai berikut:
1.cita-cita/aspirasi siswa
2.kemampuan siswa
3.kondisi jasmani dan rohani siswa
4.kondisi lingkungan kelas
5.unsur-unsur dinamis belajar
6.upaya guru membelajarkan siswa
b. Variabel terkait (y) adalah variabel yang di pengaruhi oleh suatu gejala.variabel terkait ini adalah hasil belajar dengan indikator sebagai berikut:
1. Informasi verbal
2. Keterampilan intelek
3. Strategi kognitif
4. Keterampilan motorik
5. Sikap

22
3.3 Teknik pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang ditelieti.dalam penelitian ini metode yang digunakan antara lain:

3.3.1 Metode angket atau kusioner
yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Suharsimi Arikunto,1998:140)

3.3.2 Metode dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkrip nilai.teknik ini digunakan untuk mengungkapkan data tentang hasil belajar siswa.

3.3.3 Metode observasi
Observasi yaitu memperlihatkan sesuatu dengan menggunakan mata.observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan,meliputi kegiatn pemusatan perhatian terhadap suatu objak dengan menggunakan seluruh alat indra.jadi pengobservasian dapat dilakukan melalui pengamatan,pendengaran,penciuman,peraba,dan pengecap( Suharsini Arikunto,1998:146). pengguna metode observasi dimaksudkan untuk mengetahui motivasi belajar yan dilakukan.
23
3.4.Validitas dan Reliabilitas

3.4.1. Validitas
Validitas adalah suatuu kuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau mengukur aap yang diinginkan dengan kata lain dapat mengungkap data dari variable yang diteliti secara tepat (Suharsimi Arikunto,1998:160).
untuk menguji kusioner penelitian menggunakan uji validititas butir instrument,dikatakan memiliki validitas apabila mempunyai dukungan besar terhadap skor total.untunk mengukur validitis kuesioner dengan menggunakan rumus korelasi pruduct moment dikemukakan oleh pearson.
n∑XY – (∑(Y)(∑(Y)))
rxy=
{n∑x2 – (∑(x2)}({ n∑y2 – ((∑(y)2}

Dimana:
rxy = koefisien korelasi x dan y
n = jumlah responden
x = jumlah skor butir soal tiap individu
y = jumlah skor total tiap variable
( Suharsimi Arikunto,1998:162).

24
3.4.2 Reliabilitas instrumen

reliabilitas menunjukan pada satupengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto,1998:170).untuk mencari reliabilitas digunakan rumus Alpha,dimana rumus ini digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan satu dan nol,misalnya angket atau soal bentuk uraian ( Suharsimi Arikunto,1998:193).Rumus Alpha:
k ∑ð2b
r 11 = 1 –
(k – 1) ð2t

r 11 = reliabilitas instrument

k = banyaknya butir

∑ð2b = jumlah varian butir

ð2t = varian total

25
3.5. Teknik analisis data

3.5.1. Analisis hasil Penelitian

3.5.1.1. Analisis Driskriptif presentase

Analisa dalam penelitian digunakan untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai keadaan variabel. Baik itu variable motifasi belajar maupun hasil belajar siswa SDN Waru 05 Kecamatan Parung. Penggambaran dua variable ini dinyatakan dalam bentuk prosentase dan selanjutnya ditafsirkan dengan tabel kriteria yang telah dibuat. Adapun langkah analisa diskrptif prosentase adalah :

a. Memberikan skor terhadap jawaban responden dengan ketentuan :
1. Untuk jawaban A diberi skor 4
2. untuk jawaban B diberi skor 3
3. Untuk jawaban C diberi skor 2
4. untuk jawaban D diberi skor 1
b. Memasukan hasil kedalam rumus:
n
%=
N x 100%

Dimana:
%=Tingkat prosentase yang berhasil dicapai
26
n=Nilai yang diperoleh
N=Nilai total
(Muhammad Ali,1984:92)

3.5.1.2 Pengujian hipotesis penelitian
Pengaruh X terhadap Y secara simultan (uji F)
a.Merumuskan hipotesis statistic
1).Ho:Ada betanya ,artinya X secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Y.
2).Ha:Ada betanya, artinya X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y.
b. Kaidah Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dengan tarap signifikan 5% sebagai berikut:
1).Sig0,05 ada panah Ho diterima Ha ditolak
Untuk membantu proses pengolahan data secara tepat ,maka pengolahan datanya dilakukan melalui SPSS(Statistik Product and Service Solution)versi 10.

27
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.HasilPenelitian
4.1.1.Tahap Persiapan
Persiapan awal penelitian dilaksanakan,diadakanpersiapan-persiapan sebagai berikut”
1. Menunjukkan objek penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN WAru 05 kecamatan parung,kabupaten Bogor.Tahun ajaran 2010-2011.

2.Persiapan untuk instrumen penelitian
Dalam penelitian ini digunakan instrumen untuk mengumpulkan data tentang variabel motivasi belajar (x) tehadap hasil belajar siswa (y),dalam penelitian ini instumen yang digunakan adalah angket.angket ini digunakan untuk mengungkap datatenteng variabel motivasi belajar.

3.Pengumpulan data
a.Angket
Setelah angket dipersiapkan sebagai instrumen penenlitian,selanjutnya dibagiakan kepada responden untuk diuju cobakan. uji coba instrumen disebarkan kepada 44 siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung.dari hasil perhitungan
28
validitas diperoleh sebanyak 30 itemterdiri dari 20 item variabel motivasi dan 10 item dari variabel hasil belajar,keselurhan instrumen tersebut dikaatakan valid pada uju coba instrumen.kemudian peneliti menyeberkan angket tersebut kepada sampel penelitian (responden) sebanyak 44 siswa.
b.Dokumentasi
Untuk mengetahui jumlah siswa dan hasl belajar kelas IV SDN Waru 054Kecamatan parung.yang dijadiakanpopulasi penelitianini yang ,kemudian diambil sampelnya maka dilakukan oengambilan daftar nilai siswa secara dokumenter.
c.Observasi
dalam penelitian ini,peneliti melakukanobservasi psda tanggal 16 mei sampai tanggal 04 juni 2011 di SDN Waru 05.observasi dilakukan dengan aksud,peneliti ingin mengetahui permasalahan yang terjadi di SDN Waru 05 kecamatan parung.
4.Penyebaran angket
Setelah diketahui jumlah populasi yang terdiri 60 siswa dari kelas IV SDN Waru 05,maka angket disebarkan kepada 44 siswa untuk dialakukan penelitian.penyebarab angket dilakukanselama dua hari,mulai dari selasa tanggal 18 mei sampai dengan hari rabu tanggal 19 mei 2011 pada jam istirahat.

4.1.2. Hasil perhirtungan dan pengujian

29
4.1.2.1.Deskrisi Variabel Penelitian

Gambaran dari masing-masing varisabel dalam penelitian ini motivasi belajar kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung berdasarkan analisis deskriptif presentase diperoleh hasil sebagai berikut:

a.Deskriptef motivasi belajar
Hasil penelitian diperoleh dari rata-rata skor motivasi belajar pada SDN Waru 05 kecamatan parung dengan presentase 66,3% yang masuk dalam katergori tinggi.lebih jelas gambaran motivasi belajar kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung ditinjau daarijawaban masing-masing siswa diperoleh hasil seperti tersaji pada tabel berikut:
tabel 2 :Distribusi motivasi belajar’
Skor Kriteria F Persentase (%)
85-100 Sangat Tinggi 0 0
69-84 Tinggi 0 0
53-68 Cukup 37 84,09
37-52 Rendah 7 15,91
20-36 Sangat Rendah 0 0
Jumlah 44 100

Gambar diatas menunjukkan bahwa sebagian besar motivasi balajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung dikatakan dalam kategori cukup (35-50) dan hanya
30
sebagian kecil yang dalam kategori rendah (20-34)dengan demikian secara umum motivasi belajar pada sisw SDN Waru 05 kecamatan parung sudah dapat dikatakan cukup.
Tabel 3 :Analisis deskritif presentase masing-masing indikator variabel motivasi belajar.
no Indikator No Item Persentase Kriteria
1 Cita-cita/ Aspirasi Siswa 1 86,1 Sangat tinggi
2 90,1 Sangat tinggi
3 72,8 Tinggi
2 Kemampuan Siswa 4 67,8 Tinggi
5 51,7 Cukup
6 91,1 Sangat tinggi
3 Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa 7 69,9 Tinggi
8 57,2 Cukup
9 78,3 Tinggi
4 Kondisi Lingkungan Kelas 10 37,8 Rendah
11 77,2 Tinggi
12 61,1 Tinggi
13 61,1 Tinggi
5 Unsur-unsur Dinamis Belajar 14 80,1 Sangat Tinggi
15 40,1 Rendah
16 48,9 Rendah
6 Upaya Guru membelajarkan siswa 17 72,8 Tinggi
18 48,9 Rendah
19 72,2 Tinggi
20 58,9 Cukup

Berdasarkan perhitungan presentase deskriftif motivasi belajar siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung,mulai dari indilator yang pertama yakni tentang cita-cita atau aspirasi siswa kelasnya sudah baik diantaranya tentang keinginan untuk bersekolah di SDN Waru 05 kecamatan parung dikatakan dalam kategoti sangat tinggi mendaapt skor 86,1% yang berarti bahwa keinginankelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung untuk bersekolah sangat tinggi.yang kedua tentang keiginan untuk meraih hasil belajar siswa mendapat skor 90,0% berarti nengatakan bahwa keinginan siswa kelas IV
31
SDN Waru 05 kecamatan parung untuk meraih hasil belajar itu dalam kategori angat tinggi.item yang ketiga tentang keyakinaan siswa kelas IV SDN Waru 95 kecamatan parung untuk mendapatkan atau meraih hasilbelajar lebih baik mendapat skor 72,8% yang berarti bahwa keyakinan siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung untu mendapatkan atau meraih hasil belajar lebih baik setelah sekolah di SDN Waru 05 kecamatan perung dalam kategori tinggi.dari tiga item yang menyatakan adany cita-cita/asperasi dapat disimpulakan bahwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung tingkat cita-cita/aspirasinya masuk kategori tinggi.
Kemudian tentang kemampuan siswa terdiri dari tiga item yakni,yang pertama tentang kesulitan belajar di SDN Waru kecamatan parung mendapat skor 67,8% yang berarti bahwa tingkat kesulitan pada saat belajar disekolah itu masuk dalamn kategori tinggi.yang kedua adalah tentang kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan mendapat skor 51,7% yang berarti bahwa tingkat kemampuan siswa pada saat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru itu masuk dalam kategori cukup karena kadang-kadang siswa belum siap untuk menjawab pertanyaan baik disebabkan karena siswa belum belajar,penjelasan guru belum dapat dikuasai siswa,siswa tidak bisa menerima maksud pertanyaan yang diberiakan oleh guru atau memang siswanya yag tingkat IQ nya rendah.yang ketiga tentang kesiapan siswa saat menerima materi pelajaran mendapat skor sebesar 91,0% yang berarti bahwa tingkat kesiapan siswa pada saat menerima materi pelajaran masuk dalam kategori sangat tinggi,di SDN Waru 05 kecamatan parung ini siswa kelas IV telah benar-benar siap menerima materi.jadi kesimpulan dari tiga iyem pertanyaaan yang mengandung adanya tingkat kemampuan
32
belajar termsuk kedalam kategori tinggi.
Kemudin tentang kondisi jasmani dan rohani siswa yang terdiri dari tiga item yang pertama tentang penambahan stamina pada tubuh siswa adalah sebesar 69,9% yang berarti bahwa dalam diri siswa persiapan untuk kegiatan pembelajaran masuk dalam kategori tinggi dengan adanya penambahan stamina yakni dengan melakukan makan pagi sebelum berangkat kesekolah.yang kedua tentang usaha siswa pada saat ketertinggalan pelajaran yang dikarenakan siswa tersebut sakit mendapat skor sebesar 57,2% yang berarti behwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung,usaha yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pada saat sakit itu masuk dalam kategori cukup mengenai usaha yang dilakukan.yang ketiga tentang kondisi keterpaksaan siswa pada saat mengikuti pelajaran mendapat skor 78,3% masuk dalam katagori tinggi yang berarti bahwa kondisi siswa kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung pada saat menerima materi pelajaran,siswa-siswa tersebut tidak merasakan keterpaksaan pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.jadi dari ketiga item tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kondisi jasmani dan rohani siswa itu masuk dalam kategori tinggi berarti sudah dikatakan baik.
indikator yang keempat adalah kondisi lingkungan kelas siswa, yang pertama tentang kondisi kelas pada saat cuaca panas mendapat skor sebesar 37,8% masuk dalam kategori rendah,yang berarti bahwa kondisi kelas yang panas pada saat cuaca panas, sering mengganggu siswa Kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung dalam kegiatan belajar mengajar dikelas.yang kedua adalah kondisi kenyamanan kelas pada saat kegiatan belajar mengajar mendapat skor 77,2% masuk dalam kategori tinggi yang
33
berarti bahwa kondisi kelas IV SDN Waru 05 kecamatan Parung nyaman pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dikelas.yang ketiga adalah aksesoris kelas yang dapat mendorong siswa dalam belajar mendapat skor sebesar 61,1% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa pada kelas IV SDN Waru 05 Kecamatan Parung tersebut cukup lengkap,aksesoris tersebut dengan maksud agar siswa-siswa termotivasi untuk belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang optimal.yang keempat adalah gangguan kegaduhan siswa dikelas pada saat proses belajar mengajar mendapat skor sebesar 61,1% termasuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa siswa tidak terlalu terganggu terhadap kegaduhan siswa didalam kelas,hal ini disebabkan kemampuan guru dalam mengelola kelas pada saat mengajar sudah masuk dalam kategori cukup bagus.
kemudian indikator yang kelima adalah unsur-unsur dinamis dalam belajar diantaranya yaitu tentang usaha-usaha guru dalam memotivasi siswa untuk belajar mendapat skor 80,1% dengan kriteria sangat tinggi,yang berarti bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk memotivasi siswa dalam rangka pembelajaran dapat dikatakan bagus.misalnya pada saat kegiatan belajar,guru memberikan masukan yang berupa motivasi untuk belajar.peranan orang tua dalam mengaktualisasikan diri siswa mendapat skor 40,0% dengan kriteria rendah,yang berarti gahwa orang tua kurang memberikan kesempatan untuk megaktualisasikan diri siswa dalam belajar,misalnya melarang siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan disekolah kemdian tentang kegitan-kegiatan yang diadakan di SDN Waru 05 Kecamatan Parung yang dapat mempengaruhi tingkat kemempuan siswa mendapat skor sebesar 48,9% dengan
34
kriteria rendah,yang berarti bahwa siswa diSDN Waru 05 Kecamatan Parung tingkat kesadaran untuk mengikuti ekstrakurikuler sangat rendah,hal ini dikarenakan siswanya malas untuk mengikuti kegiatan-kegitan yang dapat menambah pengetahuan kegiatan ekstrakulikuler ini sering dilakukan pada sore hari jadi siswa enggan untuk mengikutinya,mereka merasa lelah setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada pagi harinya.jadi kesimpulan indikator upaya-upaya membelajarkan siswa dikatakan sudah bagus.
kemudian yang terakhir adalah upaya guru dalam membelajarkan siswa yang terdapat enam item diantaranya metode pembelajaran yamg diberikan oleh guru mendapat skor 72,8% dengan kriteria tinggi, yang berarti bahwa metode yang digunakan oleh guru cukup efektif sehingga siswa dapat menerima materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru.kemudian tentang tugas rumah yamg diberikan oleh guru mendapat skor sebesar 48,9% dengan kriteria rendah ,yang berarti bahwa guru dalam memberikan tugas rumah kurang berhasil.tugas rumah disini bertujuan untuk memotivasi siswa agar mau belajar dirumah karena banyak pakta dilapangan banyak siswa belajar itu hanya kalau ada tugas rumah yang diberikan oleh guru. item yang ketiga yakni tentang usaha-usaha guru dalam memberikan motivasi kepada siswa pada saat proses pembelajaran mendapat skor 72,2%dengan kriteria tanggi, yang berarti bahwa guru banyak memberikan motivasi pada saat proses pembelajaran,misalnya disela-sela guru menerangkan pelajaran,seorang guru memberikan motvasi untuk giat belajar.dan yang terakhir adalah tentang kesempatan yang diberikan oleh guru untuk bertanya mendapat skor 58,9% dengan kriteria cukup,yang berarti siswa kurang
35
memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru untuk bertanya.hal ini dikarenakan siswa kurang faham terhadap materiyang diberikan oleh guru atau terkadang siswa taakuat bertanya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa motivasi yang ada pada siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung baik itu motivasi dari luar maupundari dalam diri siswa sudah dapat dikatakan bagus.
b.Deskriftif hasil belajar
Hasil perhitungan data penelitian menunjukkan nilai maksimal hasil belajar sebesar 288,nilai minimal sebesar 112.adapun hasil analisis deskriftif presentase masing-masing indikdtor variabel hasil belajar tercantum dalam tabel 4 dibawah ini,sedangkan perhitungannya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4 : Analisis deskriftif presentase indikator variabel hasil belajar siswa.
no Indikator No Item Persentase Kriteria
1 Informasi verbal 21 53,4 Cukup
22 76,7 Tinggi
2 Keterampilan Intelek 23 72,7 Tinggi
24 65,3 Cukup
3 Keterampilan Kognitif 25 69,9 Cukup
26 71,6 Tinggi
4 Keterampilan motorik 27 56,8 Cukup
28 67,6 Tinggi
5 Sikap 29 93,2 Sangat Tinggi
30 50,6 Rendah

Sumber data Penelitian Tahun Ajaran 2010/2011
36
Dari hasil perhitungandat tentang hasil belajar yang diperoleh melalui penyebaran angket kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parungyaaaaang berjumalh 10 itemyang masing-masing indikator berjumlah 2 item indikator. Indikator yang pertama adalah informasi verbal terdapat dua item menyatakan adanya kemampuan untuk menyatakan pendapat dengan baaaaik mendapat skor srbesar 53,4% masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa dapat dikatakanmampu mengemukakan pendapatnya dengan baik,namun cara pengungkapannya disini masih dibantu oleh guru yang bersabgkutan.yamg kedua tentang menerima informasi dari guru mendapat skor 76,7% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa siswa kelas IV SDN Waru 05 kecamatan parung dalam menerima informasi guru dapat dikatakan bagus.informasi dari guru yang dimksud adalah informasi baik pemberian informasi yang berupa materi maupun informasi no formal,jadi kemampuan siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 kecamataaan parung sudah masuk dalam kategori tingi,yang berarti bahwa kemampuan siswa yang berupa informasi verbal sudah bagus.
Indikator yang kedua adalah indikator intelek,item yang pertama tentamng kemampuan siswa untuk berfikir jernih dalam menyelesaikan masalah mendapat skor sebesar 72,2% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa kelas IVA samapai IVB SDN Waru 05 telah mampu menyelesaikan masalah denagn selalu berfikir jernih,kemudian kemampuan siswa yang selalu mendapatkan ide yang bagus setelah mendapatkan materi dari guru dengan skor sebesar 65,3% masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa belum banyak yang mampu mendapatkan ide setelah mendapatkan materi dari guru.hal ini disebabkan baik karena tingkat IQnya siswa yang
37
kurang bagus maupun kemampuan menyerap materi yang diberiakan oleh guru kurang diterima oleh siswa.jadi kemampuan siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru dalam hal keterampilan intelek sudah dapat dikatakan baik namun namun masih kurang sempurna.
yang ketiga adalah keterampialan kognitif yang meliputi kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh guru mendapat skor 69,9masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa kelas IVA dan IVB SDNWaru 05 masih kurang memusatkan perhatiannya pada materi yang telah diberikan oleh guru.kemudian tentang kemampuan siswa untuk mengingat materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru mendapatkan skor 71,6%masuk dalam kategori tinggi,yang berarti bahwa kemampuan siswa kelas IVA sampai kelas IVB SDN Waru 05dalam mengingat materi yang diberiakan oleh gur sudah bagus.jadi kesimpulannya adalah bahwa sebenarnya siswa dalam kemampuan mengingat materi yang telah diberiakan oleh guru sudah bagus.berarti tingkat IQnya bagus,namun karena siswa tersebut kurang memusatkan perhatiannya maka materi yang disampaikan oleh guru kurang dikuasai oleh siswanya.
Kemudian tentang keterampilan motorik,yakni kemampuan kecepatan siswa dalam menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru mendapat skor 56,8%masuk dalam kategori cukup,yang berarti bahwa siswa dalam menjawab pertanyaan guru masih perlu adanya peningkatanmisalnya dengan cara meningkatkan pemusatan perhatian yang telah diberikan oleh guru,yang kedua tentang kemampuan gerak reflek setiap guru memerintahkan mengerjakan sesuatu mendapat skor 67,6% masuk dalam kategori tinggi,yang berarti siswa selalu melaksanakan tugas yang
38
diberikan oleh guru dengan gerak reflek.jadi kemampuan siswa kelas IVA sampai IVB SDN Warau 05 dalam hal keterampilan motorik sudah masuk dalam kategori cukup terbukti dengan adanya kemampuan siswa dalam setiap menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru masih kurang sempurna namun siswa tersebut dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru selalu melaksanakannya dengan baik.
indikator yang terakhir adalah kemampuan sikap yakni tentang keinginan siswa dalam hal memperbaiki hasil belajar yang kurang baik mendapat skor 93,2% masuk dalam kategori sangat tinggi yang berarti bahwa usaha siswa dalam hal memperbaiki hasil belajar yang kurang memuaskan sangat tinggi.siswa-siswa berusaha keras untuk memperbaikihasil yang kurang memuaskan tersebut.yang kedua tentang sikap siswa setelah mendapatkan nilai yang bagus mendapat skor sebesar 50,6% yang masuk dalam kategori rendah yang berarti siswa yang menganggap hal yang biasa apabila nilai yang diperolehnya bagus.jadi kesimpulan dari indikatorsikap ini,bahwa siswa selalu berusaha untuk memperbaiki apabila nilai yang diperolehnya kurang bagus namu siswa kelas IV A sampai IVB SDN Waru 05 tersebut krang menghargai terhadap nlai yang bagus yang telah diperolehnya hal ini dikarenakan siswa menganggap hal yang biasa terhadap nilai yang bagus tersebut.
dari indikator-indikator tersebut mengatakan bahwa hasil belajar yang telah didapatnya sekarang cukup tinggijadi daalm ini masih banyak lagi usaha-usaha yang harus dilakukan dalam hal peningkatan hasil belajar siswa-siswanya.

39
4.2 Pembahasan
4.2.1. Hasil Belajar
Pentingnya hasil belajar dapat dilihat dari dua sisi yakni bagi guru maupun bagi siswa dalam melakukan pengelolaan pendidikan pada umumnya dan khususnya mengenai tujuan dari pendidikan.menurut Gagne dalam Dimyati dan Mujiono (1994:11) hasil belajar dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori yaitu informasi verbal,keterampilan intelek,strategi kognitif,keterampilan motorik dan sikap.hasil belajar siswa SDN Waru 05 beruopa nilai yang dituangkan dalam lima kategori hasil belajar melalui angket.
Didalm informasi verbal,siswa dituntut mampu mengungkapkan pendapatnya baik didepanguru maupu teman-teman yang lain.mampu memberikan pengetahuan,ide atau gagasan kepada orang lain dapat bermanfaat bagi orang lain.selain mengungkapkan pendapat juga harus mampu menerima dan mencerna semua informasi-informasi dari guru sehingga pengetahuan yang dimilikinya dapat bertambah dan berkembang kearah positif.kebanyakan siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 pada dasarnya mengungkapkan pendapat sudah cukup bagus namun masih perlu adanya bimbingan dari guru-guru yang bersangkutan agar lebih sempurna,misalnya dengan guru memberikan garis besar terhadap permasalahan yang dibahas sehingga konsentrasi siswa terpusat pada pokok pembahasan.
Disamping itu kebanyakan dari siswa kelas IVA dan IVB SDN waru 05 pada saat menjawab pertanyaan dari guru masih terbata-bata.hal ini disebabkan karena kamampuan berfikir siswa tentang materi yang dibahas masih kurang,sebab lain
40
kebanyakan dari siswa tersebut masih takut dengan alasan bahwa jawaban tidak layak atau tidak bermutu sehingga akan menjadi bahan tertawaan teman-teman mereka,padahal persepsi tersebut adalah salah besar.
Pada kelas IVA dan IVB SDN Waru 05,seorang guru sangat menghargai siswanya yang mau mengungkapkan pendapat atau bersedia menjawab pertanyaan yang telah diberikan walaupun pendapat atau jawaban itu salah dengan alasan hal tersebut dilakukan oleh guru guna untuk melatih keberanian siswanya.adakalanya seorang guru sambil menunggu siswanya dalam berfikir tentang jawaban dri pertanyaannya,guru mata pelajaran memberikan gambaran-gambarandahulu tentang jawaban dari pertanyaan yang diberikan kepada siswa,hal itu dilakukan guru guna memperlancar cara berfikir siswanya agar masuk sasaran jawaban yang dikehendaki.
Disamping informasi verbal,sisw juga dituntut untuk mampu memunculkan ide-ide setiap menghadapi sustu masalah,dalam hal ini masuk dalam kategori keterampilan intelek,didalam menghadapi suatupermasalahan tersebut,siswa-siswa harus mampu memunculkan ide juga harus disertai dengan cara berfikir yang jernih.siswa-siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 sudah mampu memunculkan ide-ide namun daalm cara berfikir jernih masih perlu adanya perbaika.hal ini disebabkan karena usia siswa yang belum dewasa sehingga cara berfikirnya belum masuk permasalahan yang dibahas secara sempurna dan bahkan kadang-kadang belum bisa serius.
Hal tersebut dapat dilihat pada saat guru menerabgakan dengan cara ceramah bervaruasi,siswa-siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 sering melontarkan pendapatnya dengan spontan dan kadang-kadang lontaranpendapat tersebut tidak masuk akal,bahkan menjadi tertawaan dari teman-taman.sebabian besar kelas IV mulai dai kelas IVA dan IVB yang mau atau mampu mengeluarkan atau ide-idenya hanya siswa-siswa terytentu saja.jadi hal ini keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat belum secara menyeluruh.
Keterampilan kognitif siswa yang berupa kemampuan memahami/mendalami dan mengingat setiap materi palajaran kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 dapat dikatakan cukup bagus dilihat dari nilai ulangan harian,namun masih ada sebagian siswa yang mendapat nilai dibawah 7.keterampilan kognitif disamping berasal dari diri siswa yang selalu rajin dan tekun juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat IQ siswa.
Keterampilan kognitif siswa juga masih ada hubungannya dengan keterampailan motorik,dalam keterampilan motorik berkaitan dengan kecepatan cara berfikir dalam menghadapi setiap pertanyaan yang diberikan oleh guru.pada siswa kelas IV sampai IVB SDN Waru 05 tingkat keterampilan motorik cukup bagus,dilihat dari kecepatan cara berfikir siswa pada saat mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru.
sikapa merupkan indikator yang tak kalah pentingnya dalam penilaian hasil belajar,sikap yang baik mencerminkan hasil belajr yang baik pula,karena didalam proses belajar-mengajar yang berhasil akan mempengaruhi perubahan sikap belajar siswa.seberapa besarnya hasil yang dicapai siswa,sebesar itupula perubahan sikap yang mampu dilakukannya.sikap yang telah dimilii oleh siswa kelas IVA dan IB SDN Waru 05sudah bagus dengandilihat suatu keinginan untuk selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan hasil belajar yang telah diperolehnya pada waktu lalu.

41

4.2.2 Motivasi Belajar

Dalam kerangaka berfikir pendidikan formal,motivasi belajar menjadi salah satu faktor penyebab keberhsilan suatu program pendidikan.dengan tindakan tentang persiapan mengajajr,pelaksanaan belajar mengajar,maka guru menguatkan motivasi belajar siswa.sebaliknya,dilihat dari segi emansipasi kemandirian siswa,motivasi belajar semakin meningkat pada saat tercapainya hasil belajar.motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan,siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar yang tinggi pula.
Mengingat pentingnya motivasi terhadap peningkatan belajar siswa maka guru hendaknya membangkitkan motivasi belajar siswa karena tanpa motivasi belajar,hasil belajar yang dicapai akan minimum sekali.motivasi belajar pada siswa akan menjadi lemah,lemah atau tidaknya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan,sehingga mutu hasil belajar akan menjadi lemah.
Berdasarkan hasil deskriptif dari segi cita-cita /aspirasi tampak sebagian besar kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 mempunyai harapan yang tinggi untuk mewujudkan cita-citanya yaitu dapat naik kekelas V dan mampu memperoleh hasil belajar yang baik.
Disamping itu dukungan kondisi lingkungan kelas yang nyaman yang ditandai dengan kondisi kelas yang ditata rapih,bersih sehingga nyaman untuk belajar.semua warga sekolah diberi tanggung jawabuntuk menjaga kondisi kelas agar selalu rapih dan bersih,dalam kelas SDN Waru 05 ini juga disediakan fasilita-fasilitas belajar sehingga
42
dapat membantu proses belajar mengajar siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05,namun fasilitas yang ada terbatas,misalnya alat peraga yang tidak semua siswa bisa menggunakannya secara bersama-sama.
Dilihat dari keunggulan sekolah dalam hal peningkatan motivasi belajar dapat ditunjukkan dalam hal penyediaan sarana prasarana belajar dan kesungguhan guru untuk membelajarkan siswa melalui pemberian tugas baik saat pembelajaran berlangsung maupun saat akhir pelajaran.

4.2.3 pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar

motivasi sebagai faktor utama dalam belajar yakni berfungsi menimbulkan,mendasari,dan menggerakan perbuatan belajar.menurut hasil penelitian melalui observasi langsung,bahwa kebanyakan siswa yang besar motivasinya akan giat berusaha,tampak gagah,tidak mau menyerah,serta giat membaca untuk meningkatkan hasil belajar serta memecahkan masalah yang dihadapinya.sebaliknya mereka yang memiliki motivasi rendah,tampak acuh tak acuh,mudah putus asa,perhatiannya tidak tertuju pada pembelajaran yang akibatnya siswa akan mengalami kesulitan belajar.motivasi menggerakan individu,mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan idividu.mempelajari motivasi maka akan ditemukan mengaapa individu berbuat sesuatu karaena motivasi individu yidak dapat diamati secara langsung,sedangkan yang dapat diamati adalah manifestasi dari motivasi itu dalam bentuk tingkah laku yang nampak pada individu setidaknya akan
43
menjadi mendekati kebenaran apa yang menjadi motivasi individu bersangkutan.
Mengingat pentingnya motivasi dalam hal peningkatan hasil belajar maka banyak yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi dalam belajar,di SDN Waru 05,guru salalu ingat betapa pentingnya memberikan alasan-alasankepada siswa mengapa siswa-siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk berprestasi dengan sebaik-baiknya.guru di SDN Waru 05 juga sering menjelaskan kepada siswa-siswanya tentang apa yang diharapakan dari mereka selama dan sesudah proses belajar berlangsung.seorang guru juga mengusahakan agar siswa-siswanya mengetahui tentang jangka pendek dan jangka panjang dari pelajaran yang sedang diikutinya dengan adanya memberikan pengetahuan secara umum dari penerapan pelajaran tersebut.
Di SDN Waru 05 juga tersedia fasilita-fasilitas yang memadai,misalnya tentang fasilitas perpustakaan,media-madia pembelajaran,dan alat peraga yang memadai.dari fasilitas-fasilitas tersebutlah siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 termotivasi untuk belajar lebih giat untuk selalu meningkatkan hasil belajarnya.namun fasilitas-fasilitas tersebut kurang memadai.
Dari adanya hasil belajar dari siswa-siswanyalah yang merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran di SDN Waru 05,karena berhasilnya tujuan pembelajaran merupakan tujuan dari pendidikan di SDN Waru 05.

44
BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya,maka dapat diambil suatui simpulan sebagai berikut:
1.Motivasi belajar kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 Kecamatan Parung yang terdiri dari cita-cita/aspirasi,kemampuan siswa,kondisi jasmani dan rohani siswa,kondisi lingkunagn kelas,unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya guru dalam membelajarkan siswa sedangkan hasil belajar siswa meliputi informasi verbal,keterampilan intelek,strategi kognitif,keterampilan motorik dan sikap.
2.Secara nyata motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IVA dan IVB SDN Waru 05 KEcamatan Parung,terbukti dengan adanya pengambialan data dengan cara observasi,dokumentasi,angket yang kemudian diolah dengan cara simultan.
3.Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas IVA sampai IVB SDN Waru 05 sebesar 29,766 sedangkan sisanya sebesar 70,234 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain,faktor-faktor tersebut tidak dapat diteliti oleh peneliti karena keterbatasan waktu,kemampuan dan dana,sehingga peneliti memberikan kesempatan kepada peneliti-peneliti lain untuk menelitinya.

45
5.2. Saran

Saran yang dapat diajuakan berdasarkan simpulan diatas adalah sebagai berikut:
1.Dengan adanya fasilitas yang terbatas dan pentingnya hal tersebut maka diharapakan penamabahan fasilitas terutama peralatan laboratorium.
2.Siswa hendaknya meningkatkan kesadaran dan ushanya dalam rangka memperoleh informasi non formal sehingga pengetahuan medreka dapat lebih bertambah wawasannya,seperti mencario informasi lewat internet,membaca koran/buku selain buku referensi.
3.Diharapkan siswa untuk melatih dirinya untuk berani tampil dalam rangka mengungkapkan pendapatnya dimuka umum.

46
DARFTAR PUSTAKA

Ali,Mohammad.1998.Penelitian Kependidikan Prosedur Dan Strategi.Bandung:Angkasa.
Arikunto,Suharsimi.1998.Prosedur Penelitian.Jakarta:Rieneka Cipta.
Arikunto,Suharsimi.2002.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Rieneka Cipta.
Dimyati dan Mudjiono,1994.Belajar Dan Pembelajara.Jakarta:Depdikbud.
Djamarah,Syaiful Bahri.Drs.2002.Psikologi Belajar.Jakarta:PT Rieneka Cipta.
Hamalik,Oemar.2003.Prosedur Beljar Mengajar.Jakarta Bumi Aksara.
Nashar.Drs.2004.Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam kegiatan pembelajaran.Jakarta:Delia press.
Sardiman,A.M.2000.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta Grafindo Persada.
Sugiyono.2001.Statistik Untuk Penelitian.Bandung:Alfabeta.
Sudjana.2002.Metode Statistik.Bandung:Tarsito.
Sudjana,Nana.1996.Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung:Sinar Baru.
http://www.unnese.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/doc.pdf
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php

47
“Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa
SD Negeri Waru 05 Kecamatan Parung”

Angket Penelitian

Nama:

Kelas:

Petunjuk Pengisian
Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang pada a,b,c atau d!

Motivasi Belajar

A.Cita-cita

1.Apakah kamu sangat senang selama belajar di SDN Waru 05?
a.Sangat senang b.senang c.cukup senang d.Tidak senang
2.Bagaimana keinginan kamu untuk meraih hasil belajar terbaik di SDN Waru 05?
a.sangat tinggi b. tinggi c.cukup tinggi d.Rendah
3.Apakah kamu yakin bahwa selama belajar di SDN Waru 05 bisa meraih prestasi yang baik?
a.Sangat yakin b.Yakin c.Cukup yakin d.Tidak yakin

B.Kemampuan Belajar

4.Apakah kamu mengalami kesulitan belajar di SDN Waru 05 ini?
a.Tidak pernah mengalami kesulitan c.Sering mengalami kesulitan
b. Kadang-kadang mengalami kesulitan d.Selalu mengaklami kesulitan
5.Apakah kamu selalu menjawab pertanyaan dengan benar?
a.Selalu benar b.Benar c.Kadang-kadang benar d.selalu salah
6.Apakah kamu selalu siap dalam menerima pelajaran?
a.Selalu siap menerima materi pelajaran
b.Kadang-kadang siap menerima materi pelajaran
c.Jarang siap Menerima materi pelajaran
d.Tidak pernah siap menerima materi pelajaran

c.Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa

7.Apakah kamu selalu menyempatkan sarapan pagi sebagai penambah stamina agar dalam proses belajar mengajar menjadi lancar?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.TIdak pernah
8.Untuk mengejar ketertinggalan selama tidak masuk sekolah karena sakit,apakah kamu selalu meminjam catatan kepada teman mengenai materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru?
a.Selalu b.sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
9.Apakah kamu selalu mengikuti mata pelajaran dengan kondisi yang terpaksa?
a.Tidak pernah b.Kadang-kadang c.Pernah d.Sering

D.Kondisi Lingkungan kelas

10Apakah cuaca yang panas sering mengganggu proses pembelajaran didalam kelas?
a.Sering mengganggu c.aksdang-kadang mengganggu
b.Mengganggu d.Tidak pernah mengganggu
11.Apakah kondisi kelas kamu selalu nyaman digunakandalam proses pembelajara?
a.Selalu nyaman c.Kadang-kadang nyaman
b.Sering nyaman d.Tidak nyaman
12.Apakah dikelas kamu banyak dipasang semboyan-semboyan yang dapat memotivasi kamu dalam belajar?
a.Banyak b.Cukup banyak. c.Jarang d.Tidak ada
13.Apakah kamu sering terganggu dengan kegaduhan teman didalam kelas pada saat proses belajar mengajar?
a.Sering tergangu c.Kadang-kadang terganggu
b.Terganggu d.Tidak pernah terganggu

E.Unsur-unsur Dinamis Dalam Belajar

14.Apakah guru-guru kamu selalu memotivasi sehingga memberi rasa percaya diri?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
15.Apakah orang tua kamu selalu memberikan kesempatan untuk mengaktualisasi diri dalam beajar?
a.Selalu b. Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
16.Dengan mengikuti exstrakurikuler disekolah,apakah kegiatan itu sangat mempengaruhi belajar kamu?
a.Sangat mempengruhi c.Kurang mempengaruhi
b.Mempengaruhi d.Tidak mempengaruhi

F.Upaya Guru Membelajarkan Siswa

17.Apakah kamu merasa jelas dengan metodepembeljaran yang diajarkan oleh gurumu?
a.Sangat jelkas b.Jelas c.Cukup jelas d.Tidak jelas
18.Apakah guru kamu selalu memberikan tugas rumah?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
19.Apakah guru kamu selalu memberikan motivasi belajar disela-sela proses pembelajaran?
a.Selalu memberiakan motivasi c.kadang-kadang memberikan motivasi
b.Memberikan motivasi d.Tidak pernah m,emberikanmotivasi
20.Apakah kamu selalu mempergunakan kesempatan untuk bertanya kepada guru?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

Hasil Belajar

A.Informasi Verbal
21.Apakah kamu selalu mengungkapkan pendapat dengan baik?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
22.Apakah kamu selalu mampu menerima semua informasi dari guru?
a.Sealalu mampu b.Mampu c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

B.Keterampilan Intelek

23.Apakah kamu selalu berfikir jernih setiap menghadapi permasalahan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
24.Apakah kamu selalu mendapatkan ide setelah mendapatkan materi baru?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

C.Strategi Kognitif

25.Apkah kamu selalu bisa memahami setiap materi yang telah dipelajari?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
26.Apakah kamu selalu ingat tentang materi pelajaran yang telah diajarkan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

D.Keterampilan Motorik

27.Apakah kamu selalu cepat dalam menjawab pertanyaan?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
28.Apakah kamu selalu melakukannya dengan reflek apabila guru menyuruh mengerjakan tugas dipapan tulis?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

E.Sikap

29.Jika nilai kamu jelek,apakah kamu selalu ingin memperbaikinya?
a.Selalau b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah
30.Apakah kamu selalu merayakan setiap mendapat nilai yang bagus?
a.Selalu b.Sering c.Kadang-kadang d.Tidak pernah

Kepada
Yth Kepala Sekolah
SD Negeri Waru 05

Dengan hormat
Sehubungan dengan diadakannya penelitian dengan judul”Pengaruh Motvasi Belajar terhadap hasil belajar Siswa kelas IV di SDN Waru 05 Kecamatan Parung”maka peneliti bermaksud mengumpulkan data untuk menyelesaikan penelitian.
Bersamaan dengan ini,peneliti memohon bantuan dari ibu kepala sekolah SDN Waru 05 agar membagikan peneliti untu membagikan angket kepada siswa kelas IV.pengisian angket ini tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.
Demikian permohonana peneliti,atas bantuan dan partisipasi yang anada berikan peneliti ucapakan terima kasih.

Hormat kami,

Peneliti

Posted in Uncategorized | Leave a comment

jaelani

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kegiatan sehari-hari jaelani

04.00:bangun tidur

04,30:shalat subuh

05,00-06,00:olah raga pagi

06.00:mandi pagi

06,30:sarapan pagi

07:00:berangkat kesekolah

12,00:shalat zuhur,kemudian lanjutkan pertjalanan menuju sekolah lain dan pulang 16,00,setiba dirumah pukul 16,15.langsung shalat ashar.setelah shalat langsung bermain bola dan pulang jam 18,00.langsung mandi.trus shalat maghrib.habis shalat trus makan.setelah itu langsung shalat isya.baca buku kmudian langsun tidur jam 21,00

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment